Wabah PMK
17 Hewan Ternak di Abdya Terindikasi PMK
Sebelumnya, pada tanggal 27 Mei lalu di Desa Mata Ie,Kecamatan Blangpidie, juga diduga ada enam ekor hewan ternak mulai terserang penyakit berbahaya t
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Sebanyak 17 ekor hewan ternak jenis sapi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Jumlah tersebut bertambah secara drastis, dari beberapa waktu lalu yang hanya enam ekor terindikasi.
Kabid Peternakan Distanpan Abdya, Laili Suhairi SP mengatakan bahwa sampai saat ini, sudah ada 17 ekor sapi ternak di Abdya diduga terserang PMK.
“Sampai saat ini, sudah ada 17 ekor yang terindikasi PMK,” ujar Kabid Peternakan Distanpan Abdya, Laili Suhairi SP kepada Seerambinews.com, Selasa (31/5/2022).
Ia mengaku, saat tim sedang turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan terhadap sapi yang terindikasi PMK tersebut.
• 843 Ternak di Aceh Besar Terkena PMK dan LSD, Hari Ini Distan Lakukan Pengobatan Gratis di Kutabaro
Sebelumnya, pada tanggal 27 Mei lalu di Desa Mata Ie,Kecamatan Blangpidie, juga diduga ada enam ekor hewan ternak mulai terserang penyakit berbahaya tersebut.
Namun empat ekor diantaranya sudah sembuh, setelah dilakukan penanganan oleh tim dari Distanpan setempat.
Laili Suhairi SP mengatakan, bahwa indikasi PMK itu, diduga hadir setelah adanya hewan ternak yang datang dari luar daerah.
“Apakah ada bertambah, belum ada data terbaru, karena lagi kita pantau,” sebutnya.
• 10 Ekor Sapi di Aceh Jaya Terindikasi Terpapar PMK, Dinas Lakukan Isolasi & Beri Pengobatan
Untuk itu, pihaknya terus berupaya menanggulangi penyakit mematikan bagi hewan itu dengan cara pemeriksaan dan pemberian obat-obatan, agar tidak menyebar.
Dugaan sementara serangan PMK yang dipantau oleh pihaknya ditemukan sebanyak dua ekor hewan ternak jenis lembu di kawasan Babahrot, selebihnya di Kecamatan Blangpidie juga jenis lembu.
“Sudah ada empat ekor yang sembuh setelah dilakukan penanganan serius. Selebihnya, terus kami berupaya memberikan tindakan terbaik dan mulai terlihat tanda-tanda sembuh,” pungkasnya seraya menyebutkan untuk ternak jenis kerbau dan kambing di Abdya, masih belum ada yang ditemukan penyakit tersebut.(*)