Breaking News:

Gadis Pidie diduga dijual Sepupu dan disiksa Majikan di Malaysia, YARA: Perlu Tindakan Secara Hukum

Ketua YARA Safaruddin SH mengatakan, jika merujuk pada UU No. 21 Tahun 2007 Tentang Perdanganan Orang, kasus yang dialami oleh gadis berusia 34 tahun

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Ketua YARA, Safaruddin SH. 

SERAMBINEWS.COM - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA) menyebutkan akan menindaklanjuti kasus yang menimpa WD, gadis asal Pidie yang diduga mengalami penganiayaan dan menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking).

Kepada Serambinews.com, Selasa (31/5/2022), Ketua YARA Safaruddin SH mengatakan, jika merujuk pada UU No. 21 Tahun 2007 Tentang Perdanganan Orang, kasus yang dialami oleh gadis berusia 34 tahun itu sudah masuk dalam kategori human trafficking.

Dalam UU tersebut, kata Safaruddin, dijelaskan mengenai unsur-unsur tindak pidana perdagangan orang.

"Setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan,

"menggunakan kekerasan, menculik, menyekap, membuat pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi yang rentan,

"menjerat dengan hutang atau memberi bayaran, atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang bersangkutan, itu sudah dikategorikan sebagai tindak pidana perdagangan orang," sebut Safaruddin saat dihubungi Serambinews.com, Selasa (31/5/2022) siang.

"Kalau saya lihat dari cerita WD ini yang di Sigli, kalau dikaitkan dengan unsur ini (UU No. 21 Tahun 2007), saya berpendapat ini sudah masuk unsur tentang perdagangan orang," sambungnya.

Baca juga: Kisah Tragis Gadis Pidie di Malaysia, Dijual Sepupu Sendiri hingga Disiksa Majikan Bertahun-tahun

Menurut Safaruddin, kasus yang menimpa WD ini perlu di bawa ke ranah hukum.

"Ini akan perlu tindakan secara hukum, dan ini ranahnya ke kepolisian. Tapi sebelumnya kita akan mengkaji dulu sejauh mana, dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk menindak (kasus ini) secara hukum," ujarnya.

Lebih lanjut Safaruddin menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mengkaji dan mempersiapkan langkah-langkah hukum yang akan ditempuh.

Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak lainnya.

Termasuk dengan Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail terkait tindakan hukum terhadap pelaku yang diduga telah membawa korban ke agen perdagangan manusia.

"Kita saat ini saling berkoordinasi. Ada kawan-kawan di Malaysia yang mempersiapkan proses hukum terhadap majikannya, kemudian pemulihan psikologi (korban) seperti apa," tambahnya.

Sementara itu, Konselor Hetty Zuliani MPd, Cht, CI yang dihubungi Serambinews.com mengatakan, menurut kisah yang telah didengarnya dalam Siaran Langsung di Facebook Serambinews, Senin (31/5/2022) kemarin, WD sudah menunjukkan gejala-gejala trauma.

Baca juga: (FULL) VIDEO Gadis Pidie Dijual Oleh Kakak Sepupu ke Malaysia

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved