Konflik Satwa

Harimau Resahkan Warga, Forum Keuchik Bakongan Timur Minta BKSDA Lindungi Masyarakat

Kondisi ini, sambungnya, sebenarnya sudah sering dilaporkan ke pihak BKSDA, namun tidak ada penanganan serius dan terukur sehingga jatuhnya korban dar

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Forum Keuchik Bakongan Timur (Bakotim), Kabupaten Aceh Selatan dan tokoh masyarakat setempat melakukan audiensi ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Banda Aceh, Senin (30/5/2022). 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Forum Keuchik Bakongan Timur (Bakotim), Kabupaten Aceh Selatan dan tokoh masyarakat setempat meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar bertindak ketika ada warga yang menjadi korban harimau sumatera.

Hal itu mengemukan saat Forum Keuchik dan Tokoh Masyarakat Bakotim bersama Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Adi Samrida beraudiensi ke Kantor BKSDA di Banda Aceh, Senin (30/5/2022).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir, yang juga putra daerah Aceh Selatan. Rombongan disambut Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto.
Ketua Forum Keuchik Bakotim, TM Nazmin dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa penampakan harimau sumatera di daerahnya sudah sering terjadi dan telah meresahkan warga.

"Kemunculan harimau sumatera di wilayah permukiman dan perkebunan warga menyebabkan kondisi keamanan gampong mencekam," ungkap TM Nazmin.

Walhi Aceh Minta Aparat Transparan Tanggani Kasus Perdagangan Kulit Harimau

Kondisi ini, sambungnya, sebenarnya sudah sering dilaporkan ke pihak BKSDA, namun tidak ada penanganan serius dan terukur sehingga jatuhnya korban dari warga dan ternak warga akibat serangan harimau.

Dari catatan warga, setidaknya sepuluh kali harimau muncul di area perkebunan warga di enam gampong dalam Kecamatan Bakotim, Aceh Selatan.

Yaitu di Gampong Simpang pada tanggal 20 Oktober 2021, 26 April 2022 (kemunculannya bahkan sampai tiga kali) dan 22 Mei 2022.

BKSDA Turun ke Subulussalam, Cek Laporan Kemunculan Harimau Sumatera dan Gajah di Kebun Warga

Kemudian di Gampong Ujong Pulo Rayeuk pada 25 Mei 2022. Gampong Seuleukat pada 14 Oktober 2021, 7 Februari 2022, dan kasus terbaru menimpa petani, Muhajir pada 21 Mei 2022, serta penampakan lainnya.

Binatang buas tersebut juga muncul di wilayah Gampong Sawah Tingkeum pada 20 April 2022, di Gampong Ladang Rimba pada 26 April 2022, dan kemunculan lainnya sebanyak tiga kali di kebun kelapa sawit warga.

Kemunculan harimau juga terpantau tiga kali di kebun kelapa sawit milik warga di Gampong Ujong Pulo Cut yang dilihat oleh saksi mata Hasan Sembiring dan Samin.

"Dari beberapa kejadian tersebut, kami sangat kecewa atas penanganan yang dilakukan oleh BKSDA Aceh," protes Ketua Forum Keuchik Bakotim, TM Nazmin.

Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Adi Samrida dalam kesempatan itu juga meminta BKSDA agar mengutamakan pemberian perlindungan kepada manusia jangan sampai menjadi korban serangan harimau.

"BKSDA jangan hanya menindak ketika hewan yang menjadi korban, namun ketika manusia yang menjadi korban juga harus diambil tindakan. BKSDA harus melindungi masyarakat jangan hanya melindungi hewan," tegasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved