Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Pertempuran Sengit Terjadi, Tentara Rusia Gempur Kota Sievierodonetsk, Pasukan Ukraina Bertahan

Rusia telah memusatkan senjatanya pada pusat populasi besar terakhir yang masih dipegang oleh pasukan Ukraina di Provinsi Luhansk

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Southfront.org
Artileri berat Rusia Malka 2 dijadikan senjata utama menghancurkan infrantri Ukraina di wilayah Donbass. Howitzer ini menggunakan peluru kaliber 202 mm. (Southfront.org) 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Rusia terus mengerahkan tentaranya untuk menggempur wilayah Ukraina.

Pertempuran antar kedua pasukan tak terhindarkan.

Tentara Rusia berusaha terus menekan demi menguasai tiap wilayah.

Tapi di satu sisi, pasukan Ukraina berusaha mempertahankan kota dengan segala cara.

Pasukan Rusia telah memasuki pinggiran Kota Sievierodonetsk di Ukraina.

Gubernur Luhansk mengatakan pada Senin (30/5/2022), menggambarkan pertempuran "sangat sengit" di reruntuhan kota.

Rusia telah memusatkan senjatanya pada pusat populasi besar terakhir yang masih dipegang oleh pasukan Ukraina di Provinsi Luhansk.

Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XXV) - Dari Krisis Pangan ke Krisis Kemanusiaan Global

Ini dalam upaya untuk mencapai salah satu tujuan yang Presiden Vladimir Putin nyatakan setelah tiga bulan perang.

Penembakan yang tak henti-hentinya membuat pasukan Ukraina mempertahankan reruntuhan di Sievierodonetsk.

Tetapi penolakan mereka untuk mundur telah memperlambat serangan besar-besaran Rusia di seluruh wilayah Donbas.

Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai menyatakan, pasukan Rusia telah maju ke pinggiran tenggara dan timur laut Sievierodonetsk.

Namun, pasukan Ukraina telah mendorong Rusia keluar dari Desa Toshkivka ke selatan.

"Menduduki Sievierodonetsk adalah tugas mendasar bagi penjajah.

Kami melakukan semua yang kami bisa untuk menahan kemajuan ini," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Suami di Surabaya Tega Jual Istri di Facebook, Patok Harga Rp 500 Ribu dengan Tawaran Main Bertiga

"Sekitar 90 persen bangunan rusak. Lebih dari dua pertiga perumahan di kota telah hancur total," ungkapnya.

Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan pada Minggu (29/5/2022), pembebasan wilayah Donbas Ukraina adalah prioritas tanpa syarat bagi Rusia.

Sementara wilayah Ukraina lainnya harus memutuskan masa depan mereka sendiri.

"Pembebasan wilayah Donetsk dan Luhansk, yang diakui oleh Federasi Rusia sebagai negara merdeka, merupakan prioritas tanpa syarat,” tegas Lavrov, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dilansir Reuters.

Baca juga: Kisah Pilu Gadis Aceh di Malaysia, 10 Tahun Disiksa Majikan, Gigi Rontok Dipukul Dengan Sepatu

Untuk sisa wilayah di Ukraina, dia berkata:

"Saya tidak percaya bahwa mereka akan dengan senang hati kembali ke otoritas rezim neo-Nazi yang telah membuktikan itu adalah Russophobia pada dasarnya.

Orang-orang ini harus memutuskan sendiri".

Milisi Republik Rakyat Donetsk dukungan Rusia melepaskan tembakan roket ke aran tentara Ukraina di Panteleimonivka, Ukraina Timur, Sabtu (28/5/2022).
Milisi Republik Rakyat Donetsk dukungan Rusia melepaskan tembakan roket ke aran tentara Ukraina di Panteleimonivka, Ukraina Timur, Sabtu (28/5/2022). (AP/Alexei Alexandrov)

Serangan Rusia, Lavrov menegaskan, menjadi "tak terhindarkan" setelah negara-negara Barat gagal mengindahkan apa yang dia gambarkan sebagai peringatan tentang pengabaian Ukraina, dan serangan militer terhadap warganya yang berbahasa Rusia.(*)

Baca juga: BREAKINGNEWS - Krueng Aceh Terkontaminasi Mikroplastik

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pasukan Rusia Masuki Pinggiran Sievierodonetsk di Ukraina, Pertempuran Sengit Pecah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved