Berita Pidie
Warga Keumala Kesulitan Air Bersih
Warga Kecamatan Keumala, Pidie mulai kesulitan mendapatkan air bersih menyusul sumur mereka mengalami kekeringan
SIGLI - Warga Kecamatan Keumala, Pidie mulai kesulitan mendapatkan air bersih menyusul sumur mereka mengalami kekeringan.
Kondisi itu sudah terjadi sejak sepekan terakhir di sembilan gampong dalam kecamatan tersebut.
Data diperoleh Serambi, Kamis (2/6/2022), pintu air di Krueng Baro Raya ditutup total, seiring adanya proyek lanjutan rehabilitasi jaringan irigasi Baro Raya yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) melalui pelaksanaan jaringan pemamfaatan Air Sumatera I Aceh.
Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Baro Raya dikerjakan CV Faiz Dua dengan nilai kontrak sekitar Rp 7,9 miliar.
Penutupan pintu irigasi Baro Raya itu, diduga berdampak pada kekurangan air di Keumala.
Camat Keumala, Nurjannah kepada Serambi, Kamis (2/6/2022), mengatakan, sembilan gampong di Kecamatan Keumala selama sepekan terakhir mengalami krisis air bersih.
Adalah Ugadeng, Kumbang, Sagoe, Dayah Keumala, Rheng, Jijiem, Paloh Teungoh, Cot Nuran, dan Pulo Pante.
Menurutnya, krisis air di Keumala akibat adanya proyek pembangunan saluran irigasi Baro Raya.
Sehingga, warga kesulitan memperoleh air bersih untuk diminum, mencuci pakaian, dan mandi di sembilan dari total 18 gampong di Keumala.
Baca juga: Polres Lhokseumawe Suplai Air Bersih ke Warga Pusong Baru
Baca juga: Masyarakat Subulussalam Patungan Bangun Sumur Wakaf di Palestina, Bantu Penyediaan Air Bersih
" Untuk minum, warga harus membeli air isi ulang.
Sementara untuk mandi dan cuci pakaian harus pergi ke Krueng Baro," ujarnya.
Ketua Fraksi PDA DPRK Pidie, Zamzami kepada Serambi, Kamis (2/6/2022) menjelaskan, warga di sembilan gampong di Keumala kesulitan air akibat memasuki musim kemarau.
Krisis air itu sudah dirasakan warga sejak dua tahun terakhir ini.
Sehingga, air di sumur galian milik warga mengering.
Menurutnya, untuk keperluan air bagi kebutuhan sehari hari, warga terpaksa mencari sumber mata air baru.
Untuk itu, kata Zamzami, Pemkab Pidie melalui PDAM Tirta Mon Krueng Baro supaya memasang pipa jaringan untuk kebutuhan masyarakat yang telah lama krisis air bersih.
" Kita ketahui bahwa sembilan gampong yang mengalami krisis air, ternyata dilalui pipa induk PDAM yang menyuplai air bersih ke warga Kecamatan Kota Sigli, dan kecamatan yang lain," pungkasnya.
Belum Ada Pengajuan
Direktur PDAM Tirta Mon Krueng Baro, Drs Ridwan kepada Serambi, Kamis (2/6/2022) menyebutkan, meski pipa induk PDAM melintasi Keumala, namun warga setempat belum ada yang mengajukan pemasangan.
Saat ini, hanya beberapa pelanggan di Keude Keumala yang memasang pipa PDAM seperti usaha isi ulang.
Menurutnya, masalah kesulitan air bersih yang dirasakan warga Keumala sebernarnya sudah lama terjadi ketika bergantinya musim kemarau.
Tapi, warga belum adanya keinginan untuk mengajukan pemasangan pipa PDAM.
" Jika sekarang warga ingin mengajukan pemasangan pipa, maka kita akan mengajukan permohonan ke balai supaya dipasang pipa jaringan di gampong.
Sebab, pipa jaringan tidak ada di PDAM.
Saat ini, pipa PDAM sudah ada di Kecamatan Sakti," ujarnya.(naz)
Baca juga: Jalan Pedesaan Lawe Beringin Gayo Tertimbun Material Banjir Bandang, Warga Sulit Dapat Air Bersih
Baca juga: Ini Kendala Suplai Air Bersih ke Idi Cut dan Idi Rayeuk Kurang Maksimal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f0317643.jpg)