Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

2 Warga Aceh Tamiang Dituntut Hukuman Mati, Keluarga Menangis Ceritakan Kondisi Adiknya

Dua warga Lubukdamar, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dituntut mati di PN Kualasimpang terkait kasus penyelundupan sabu-sabu 95 kilogram

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Dani (kanan) mengusap air mata saat menceritakan kondisi adiknya pasca-dituntut mati oleh jaksa di PN Kualasimpang, Minggu (5/6/2022). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Dua warga Lubukdamar, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dituntut mati di PN Kualasimpang terkait kasus penyelundupan sabu- sabu 95 kilogram.

Pihak keluarga menilai tuntutan ini tidak tepat dan berharap majelis hakim mempertimbangkan sejumlah fakta yang diabaikan jaksa.

Tuntutan mati ini diarahkan JPU Kejari Aceh Tamiang terhadap Dede Irfan dan Hasanuddin.

Keduanya dianggap bagian dari sindikat narkoba internasional setelah tertangkap membawa sabu- sabu 95 kilogram dari Malaysia melalui perairan Seruway. 

Tuduhan ini dinilai keluarga sangat berlebihan. Mereka memastikan, Dede dan Hasanuddin justru korban dalam kasus ini.

“Mereka cuma nelayan, pergaulannya sebatas kawan-kawan nelayan di kampung. Mustahil bisa kenal dengan sindikat narkoba,” kata Safrizal (34) abang ipar Hasanuddin, Minggu (5/6/2022).

Baca juga: Dua Penyelundup Narkoba di Aceh Tamiang Dituntut Hukuman Mati, Kuasa Hukum Nilai tidak Objektif

Safrizal mengungkapkan keterlibatan adiknya dalam kasus ini hanya berniat membantu Dede Irfan memindahkan barang dari perahu.

“Dia diajak memindahkan barang dari perahu, karena kawan ya masa tidak dibantu, ternyata isinya narkoba,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Dani (34) abang kandung Dede Irfan yang sangat meyakini kedua terdakwa telah dijebak oleh Fer (DPO).

“Kalau memang mereka pemain, pasti habis memindahkan barang lari ke Jakarta misalnya, ini kan tidak, dua-duanya ditangkap di rumah saat tidur,” kata Dani.

Pihak keluarga disebut Dani sangat terpukul atas kasus ini.

Bahkan mereka merahasiakan tuntutan mati ini dari ibu kandung Dede Irfan.

Baca juga: Ikhlaskan Eril,Ridwan Kamil Tulis Pesan Menyayat Hati Untuk Sungai Aare: Kutitipkan Jasad Anak Kami

“Sejak kasus ini, ibu sakit kepikiran terus. Kalau sempat tahu anaknya dituntut mati, kami takutnya kondisinya semakin parah,” ujar Dani sambil mengusap air mata.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved