Breaking News:

Berita Kutaraja

Anggota DPR RI, Rafli Pertanyakan Penerbangan International Bandara SIM Aceh belum Beroperasi

Menurut Rafli, keistimewaan Aceh tertuang dalam UUPA Pasal 165 terkait investasi dan hubungan internasional.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Anggota DPR RI asal Aceh, Rafli 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPR RI, Rafli mepertanyakan mengapa rute penerbangan internasional di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh tak kunjung dibuka kembali, seiring situasi darurat penyebaran Covid-19 yang mulai berakhir.

Menurut Rafli, keistimewaan Aceh tertuang dalam UUPA Pasal 165 terkait investasi dan hubungan internasional.

"Posisi strategis Aceh jalur penerbangan international akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata karena mayoritas wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Aceh berasal dari Malaysia. Di sisi lain memberikan alternatif transportasi dengan harga terjangkau bagi masyarakat," kata Rafli kepada Serambinews.com, Minggu (5/6/2022)

"Pemerintah Aceh juga kita harapkan sudah menyiapkan langkah-langkah dan prosedur seperti provinsi lain yang sudah mendapatkan izin hubungan international," sambung vocalis grup musik Kande itu.

Seperti diketahui, Bandara SIM Aceh masuk ke dalam enam bandara yang dibuka untuk penerbangan internasional berdasarkan surat edaran yang mengatur aktivitas perjalanan domestik dan mancanegara dalam rangka menindaklanjuti arahan pemerintah untuk transisi menuju endemi Covid-19.

Surat edaran yang dimaksud yakni SE Nomor 18 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan SE Nomor 19 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), yang berlaku mulai 18 Mei 2022.

Baca juga: Catat! Ini Jadwal Penerbangan di Bandara SIM Setiap Hari, Dilayani Empat Maskapai 

Kebijakan serupa juga berlaku untuk mendukung operasional program haji yang akan dibuka 4 Juni hingga 15 Agustus 2022.

Serta dibukanya seluruh pelabuhan internasional di Indonesia, dan dibukanya enam perbatasan lintas batas negara (jalur darat), yaitu Nanga Badau (Kalimantan Barat), Motamasin (NTT), Wini (NTT), Skouw (Papua), dan Sota (Papua).

Selain Aceh, ada lima bandara lainnya yakni Minangkabau (Sumatera Barat), Sultan Mahmud Badaruddin II (Sumatera Selatan), Adisumarmo (Jawa Tengah), Syamsuddin Noor (Kalimantan Selatan), dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Kalimantan Timur).

Hingga berita ini diturunkan, Minggu (5/6/2022), belum ada rute penerbangan internasional dari Aceh maupun sebaliknya.

Sementara itu, Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara SIM, Muhammad Iwan Sutisna mengatakan, Gubernur Aceh sudah merespon untuk membantu upayakan dibuka kembali penerbangan Internasional di Bandara SIM dengan menyurati Kemenhub.

Baca juga: Dirjen Bina Adwil Kemendagri: Bandara Kualanamu Kembali Dibuka untuk Penerbangan Internasional

Karena, papar M Iwan Sutisna, yang menentukan dibukanya itu di Pemerintah Pusat.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved