Senin, 11 Mei 2026

Internasional

Ilmuwan Iran dan Seorang Perwira Militer Senior Tewas Secara Misterius, Diduga DIbunuh Oleh Israel

Seorang perwira militer dan ilmuwan senjata tewas secara misterius di Teheran, Iran yang langsung memicu ketegangan dengan Israel.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/JALAA MAREY
Seorang tentara Israel terlihat di belakang tanda yang menunjukkan jarak ke berbagai kota di sebuah pos militer di Gunung Bental, Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel, pada 28 November 2020. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Seorang perwira militer dan ilmuwan senjata tewas secara misterius di Teheran, Iran yang langsung memicu ketegangan dengan Israel.

Perwira militer Kolonel Ali Esmaelzadeh meninggal dalam keadaan yang tidak terverifikasi pada Jumat (3/6/2022).

The New York Times melaporkan dari berbagai sumber yang mengatakan kematiannya akibat pembunuhan, bunuh diri, atau kecelakaan.

Esmaelzadeh meninggal hanya satu minggu setelah penembakan di jalan.

Kematian berikutnya Kolonel Sayad Khodaei di luar rumahnya di Teheran, perwira tinggi lainnya di unit yang sama dengan Esmaelzadeh.

The New York Times, Minggu (5/6/2022) melaporkan seorang pejabat AS telah mengkonfirmasi.

Baca juga: Menteri Pertahanan AS Senang Bertemu Wakil Menhan Arab Saudi, Prihatinkan Iran

Dimana, pejabat Israel memberi tahu para pejabat AS bahwa mereka bertanggung jawab atas pembunuhan Khodaei.

Namun, surat kabar itu juga melaporkan, dua pejabat Israel membantah terlibat dalam kematian Esmaelzadeh.

Baik Esmaelzadeh dan Khodaei adalah perwira di Pasukan Pengawal Revolusi Islam.

Unit 840, sebuah kelompok yang oleh Presiden Donald Trump dicap sebagai organisasi teroris.

Israel menuduh mereka menjalankan misi untuk membunuh orang asing di luar negeri, menurut The New York Times.

Surat kabar itu juga melaporkan Israel memberi tahu para pejabat AS, pembunuhan Khodaei sebagai tanda peringatan menghentikan operasi Unit 840, di mana ia diduga sebagai wakil komandan.

Baca juga: Pengadilan Iran Vonis Dua Mahasiswa, Masing-Masing 16 Tahun Penjara

Sebagai reaksi atas kematian Khodaei, Jenderal Hossein Salami, Panglima Pengawal Revolusi, mengatakan tidak ada tindakan jahat musuh yang tidak akan terjawab.

Kantor berita negara Iran Tasnim merilis pernyataan dari Korps Pengawal Revolusi Islam mengenai kematian Khodaei.

Juru bicara IRGC Jenderal Ramezan Sharif mengatakan para preman dan sisa-sisa kelompok teroris yang berafiliasi dengan arogansi global dan Zionisme akan diberikan hukuman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved