Berita Bireuen
Ternak Sakit di Bireuen Mendekati 1.500 Ekor, Gejala PMK tidak Ada Penambahan
“Walaupun jumlah ternak yang sakit terus bertambah, masyarakat tidak perlu panik, karena tidak semua ternak yang sakit terkena PMK, mungkin saja...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
“Walaupun jumlah ternak yang sakit terus bertambah, masyarakat tidak perlu panik, karena tidak semua ternak yang sakit terkena PMK, mungkin saja ternak sakit penyebab lainnya,” ujar Liza Rozana.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ternak yang sakit di Bireuen mengalami gejala Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) terus bertambah.
Data Senin (06/06/2022), sudah tercatat sebanyak 1.459 ekor atau mendekati 1.500 ekor.
Sedangkan sakit PMK tidak ada penambahan atau masih tetap 64 ekor.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bireuen, drh Liza Rozana melalui Safrizal SP selaku Kabid Keswan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran kepada Serambinews.com, Senin (06/06/2022).
Disebutkan, berdasarkan data dari tim Puskeswan masing-masing kecamatan jumlah ternak khususnya sapi yang sakit mengalami penambahan dalam beberapa hari terakhir, yaitu sudah mencapai 1.459 ekor.
Dari jumlah tersebut yang sudah sembuh juga bertambah banyak 373 ekor.
Sementara ternak yang sakit positif PMK dalam beberapa hari terakhir tidak ada penambahan, yaitu tetap 64 ekor.
Baca juga: Stok Obat untuk PMK Kosong, DKPPP Lhokseumawe Sarankan Peternak Gunakan Obat Tradisional
Kadisnak dan Keswan Bireuen menambahkan, tim Puskeswan bersama unsur Forkompimcam atau unsur dari kecamatan, selain terus memantau perkembangan ternak yang sakit juga melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran PMK.
Ditambahkan, orang yang sangat berperan mencegah PMK bagi ternak yaitu, pertama peternak itu sendiri dengan melihat kondisi ternak setiap hari.
Kemudian tidak melepas, menjaga kebersihan kandang, dan melakukan penyemprotan desinfektan.
Selain peternak, petugas Keswan bersama tim penyuluh lapangan selain melakukan sosialisasi juga mengobati ternak yang sakit, membantu memberikan vitamin, antibiotik, dan juga melakukan penyemprotan desinfektan.
“Walaupun jumlah ternak yang sakit terus bertambah, masyarakat tidak perlu panik, karena tidak semua ternak yang sakit terkena PMK, mungkin saja ternak sakit penyebab lainnya,” ujar Liza Rozana.
Upaya pencegahan sangat penting adalah ternak tidak dilepas dan perlu dipantau setiap hari, karena penyebaran virus PMK sangat cepat dari satu ternak ke ternak lainnya. (*)
Baca juga: Sapi yang Terjangkit PMK di Lhokseumawe Terus Bertambah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-keswan-bireuen-beberapa-hari-lalu-sedang-mengobati-ternak-sakit-di-salah-satu-desa.jpg)