Breaking News:

Berita Banda Aceh

Baitul Mal Se-Aceh Diminta Perkuat Database Mustahik

Mohammad Haikal menyampaikan hal ini dalam sambutannya saat membuka rapat koordinasi (Rakor) Baitul Mal se-Aceh di Hotel Grand Permatahati Blang Oi, B

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Mohammad Haikal, membuka rapat koordinasi (Rakor) Baitul Mal se-Aceh di Hotel Grand Permatahati Blang Oi, Banda Aceh, Rabu (8/6/2022) 

Mohammad Haikal menyampaikan hal ini dalam sambutannya saat membuka rapat koordinasi (Rakor) Baitul Mal se-Aceh di Hotel Grand Permatahati Blang Oi, Banda Aceh, Rabu (8/6/2022). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Mohammad Haikal ST MIFP, mengatakan penguatan kelembagaan Baitul Mal menjadi hal penting demi mewujudkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, wakaf, serta harta agama lainnya. 

Mohammad Haikal menyampaikan hal ini dalam sambutannya saat membuka rapat koordinasi (Rakor) Baitul Mal se-Aceh di Hotel Grand Permatahati Blang Oi, Banda Aceh, Rabu (8/6/2022). 

"Untuk mewujudkan pendistribusian dan pendayagunaan yang efektif dan efisien harus dimulai dengan membentuk database mustahik se-Aceh yang lengkap dan akurat," kata Haikal.

Ia mengharapkan adanya kerja sama yang aktif dari Baitul Mal kabupaten/kota dengan Baitul Mal Aceh untuk mewujudkan database tersebut. 

"Pembentukan database ini juga berkaitan erat dengan redefinisi baru tentang asnaf zakat yang akan didiskusikan oleh dewan pertimbangan syariah dan dewan pengawasan beberapa hari ke depan.

Definisi baru tentang asnaf menyesuaikan kondisi perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Aceh saat ini," ujar Haikal.

Baca juga: Baitul Mal Pidie Antar Bantuan untuk Korban Kebakaran di Gampong Baro Jruek

Redefinisi asnaf ini nantinya, lanjut Haikal, akan menjadi basis pengelompokan data mustahik pada saat melakukan pemetaan dan pendataan mustahik se-Aceh berdasarkan definisi asnaf terbaru. 

Oleh karena itu, ia berharap di akhir rakor akan lahir definisi asnaf yang baru beserta kriterianya.

Selain itu, juga lahirnya kesempatan antara Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal kabupaten/kota tentang penyusunan data base muzaki dan mustahik.

"Harapan kita agar nantinya program kegiatan yang kita jalankan bisa menjangkau semua mustahik yang ada di kabupaten/kota," sambungnya.

Sementara Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden mengatakan dengan wajah baru BMA sekarang ini diharapkan mampu memberikan perubahan yang progresif baik pada sisi penguatan kelembagaan maupun pengelolaan zakat, infak, wakaf, dan harta agama lainnya serta pengawasan perwalian.

Rakor ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 8-9 Juni 2022.

Baca juga: Baitul Mal Aceh Utara Turunkan Tim Bangun Tiga Rumah Korban Kebakaran di Lhoksukon 

Kegiatan ini diikuti oleh 80 perseta yang terdiri atas dewan pengawas baitul mal kabupaten/kota, ketua badan, kepala sekretariat, dan unsur Baitul Mal Aceh sendiri.

"Rapat koordinasi ini nantinya akan ditutup dengan pembahasan dan penyampaian rekomendasi," ujarnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved