Breaking News:

Nova Hentikan Kegiatan Dubes India

MPU Aceh Dukung Gubernur Nova yang Minta Jajarannya Hentikan Kegiatan dengan Dubes India

Tgk H Faisal Ali mendukung langkah Gubernur Aceh menghentikan segala kegiatan dengan Duta Besar India untuk Indonesia di Aceh

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk H Faisal Ali mendukung langkah Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang meminta jajarannya menghentikan segala kegiatan dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti yang saat ini sedang berada di Aceh.

Keputusan itu diambil Nova Iriansyah setelah dua politisi partai berkuasa India, Naveen Kumar Jindal dan Nupur Sharma dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW.

"Ulama Aceh mendukung langkah Gubernur Aceh yang meminta Dubes India mengakhiri kunjungan di Aceh," kata Tgk Faisal Ali kepada Serambinews.com, Rabu (8/6/2022).

Untuk diketahui, Dubes India untuk Indonesia hari ini menghadiri kegiatan forum bisnis bersama Pemerintah Aceh dan Bank Indonesia Perwakilan Aceh yang dilakasanakan di kantor bank tersebut.

Dubes India datang ke Tanoh Rencong bersama para pengusaha India. Selain acara bisnis, Dubes India juga dijadwalkan mengisi kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (USK) pada Kamis (9/6/2022) besok.

Baca juga: Oknum TNI Praka Asben Ditangkap Usai Jual Amunisi ke KKB Papua, Tiap Butir Dibanderol Rp 200 Ribu

Baca juga: Alasan Gubernur Aceh Hentikan Kegiatan Dubes India: Kita Keberatan 2 Politisi India Menghina Islam

Setelah keluarnya intruksi dari Gubernur Aceh, sejumlah agenda Dubes India kabarnya sudah dibatalkan. Begitupun, MPU Aceh mendukung langkah Gubernur Aceh untuk menghentikan semua kegiatan dengan Dubes India.

"Ulama Aceh meminta penjelasan sikap Pemerintah India melalui Dubes India terhadap 2 orang politikus partai berkuasa yang menghina Nabi dan Alquran," tegas Tgk Faisal.

Di samping itu, Tgk Faisal juga menyerukan umat Islam di Aceh untuk bersatu dalam doa dan usaha-usaha untuk menghentikan aksi anti Islam atau islampobia di India.

"Pemimpin muslim dunia harus melakukan upaya-upaya untuk mengingatkan Pemerintah India atas sikap anti Islam yang mendapatkan lampu hijau dari pemerintah," kata Tgk Faisal.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta jajarannya untuk menghentikan sementara kegiatan Duta Besar India, Manoj Kumar Bharti selama kunjungan di Aceh.

“Saya sudah minta Dinas Teknis & staff khusus untuk mengakhiri kegiatan Dubes India di Banda Aceh,” kata Nova dalam cuitan di akun Twitter-nya, Rabu (8/6/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS – Gubernur Aceh Minta Jajarannya Akhiri Kegiatan Dubes India di Aceh, Efek Hina Islam

Nova mengatakan, Aceh yang merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam sangat keberatan terhadap pernyataan politisi India yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana diketahui, Nupur Sharma, yang merupakan juru bicara partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP), mengeluarkan pernyataannya dalam debat yang disiarkan televisi bulan lalu.

Ia mengeluarkan ucapan yang menghina Nabi Muhammad SAW dan Aisyah RA.

Kemudian Naveen Jindal, yang merupakan kepala media dari unit Delhi partai tersebut, mengunggah cuitan tentang hal yang sama.

“Daerah (Aceh) yang menerapkan Syari'at Islam kita keberatan sekali terhadap pernyataan 2 orang Politisi India dari Partai Penguasanya yang menghina Islam & Nabi Muhammad SAW,” tulis Nova.(*)

Baca juga: Malaysia dan Indonesia Kutus India, Dubes Dipanggil, Kasus Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved