Berita Jakarta

13 Perusahaan Urus Konsumsi Jamaah Haji, Pertahankan Cita Rasa Indonesia

Untuk tahun ini, ada 13 perusahaan katering yang ditunjuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang menangani proses masak

Editor: bakri
Kemenag.go.id
Chef Muhammad Efendi, Pria Asal Lombok yang Menjadi Juru Masak untuk Jemaah Haji Indonesia di Madinah 

JAKARTA - Untuk tahun ini, ada 13 perusahaan katering yang ditunjuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang menangani proses masak bagi para jamaah haji.

Salah satu perusahaan katering yang dilibatkan adalah Al Ahmadi.

Proses memasak makanan bagi para jamaah haji dimulai sejak pukul 01.00.

Seluruh bahan dipersiapkan di bawah arahan Koki Katering Haji, Muhammad Efendi.

Setelah selesai, seluruh menu makanan dikemas dalam wadah bersegel, dan kemudian diantar ke penginapan jamaah haji.

Selama sembilan hari di Madinah, jamaah haji Indonesa mendapat 27 kali jatah makan yang akan dibagikan langsung pada ketua rombongan.

Jamaah pun diimbau mematuhi rentang waktu makan yang tertulis di tutup kemasan supaya kualitasnya tetap terjaga sesuai standar kesehatan.

Pria asal Lombok Tengah NTB yang sudah lima tahun tinggal di Madinah ini mengaku, bisa melayani makan para tamu Allah menjadi kebanggaan tersendiri.

“Saya sangat senang sekali bisa melayani makan jamaah haji.

Saya berkomitmen akan memberikan pelayanan memuaskan.

Baca juga: Jamaah Haji Pertama Pakistan Tiba Mekkah, Langsung Manfaatkan Inisiatif Rute Mekkah

Baca juga: Rendang Jadi Menu Makanan Jamaah Haji, Pagi-pagi Wajib Dikirim ke Hotel

Mereka adalah tamu Allah,” kata Efendi, Rabu (8/6/2022).

Efendi pun sempat menceritakan mengenai pekerjaannya.

Awalnya, ia seorang TKI.

Efendi bersyukur makanan racikannya bisa dinikmati oleh para tamu Allah.

Efendi bekerja di perusahaan atau Dapur Al Ahmadi Catering Madinah, yang sudah berdiri sejak tahun 2000.

"Awalnya saya asisten chef, Alhamdulillah sekarang chef," ujarnya.

Efendi pernah melaksanakan tugas yang sama pada 2017.

Saat itu, dia juga menjadi juru masak bagi jamaah haji Indonesia.

“Berkahnya saat itu, saya sekaligus bisa melaksanakan haji.

Karena masak makanan saat jamaah haji berada di Arafah dan Mina,” jelasnya.

Perusahaan Al Ahmadi Catering itu mempekerjakan enam Warga Negara Indonesia (WNI).

Total ada 60 orang dari beberapa negara.

Ada dari NTB, dua orang asal Madura.

“Yang paling lama kerja di Madinah, ada yang sudah 10 tahun.

Kalau saya baru 5 tahun,” katanya.

Kebutuhan konsumsi menjadi sangat penting bagi para jAmaah haji Indonesia yang berada di Arab Saudi.

Makanan bisa membuat fisik menjadi kuat dan calon jAmaah haji tetap sehat.

Pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Pemerintah Indonesia memberikan jatah makan tiga kali dalam sehari bagi jamaah haji.

Menunya tentu saja sesuai dengan cita rasa lidah nusantara, salah satunya adalah rendang.

"Kebetulan rendang ya.

Kalau rendang itu kan sudah jadi ciri khasnya gitu kan.

Jadi setiap tahunnya pasti ada," ujar Koki Katering Haji, Muhammad Efendi, Rabu (8/6/2022).

Efendi mengatakan, menu masakan bagi para jamaah haji diupayakan tetap mempertahankan cita rasa Indonesia.

Makanan yang disajikan dalam kemasan bersegel ini diharapkan bisa menambah nafsu makan para jamaah haji.

Di masa lalu kerap terdengar keluhan dari para jamaah haji mereka kecewa dengan makanan yang disajikan oleh pihak katering.

Yang dipermasalahkan biasanya adalah soal perbedaan cita rasa atau menu makanan yang kurang disukai para jamaah haji.

Sebab, koki dari perusahaan katering yang memasak makanan bagi jamaah haji di masa lalu bukan orang Indonesia, sehingga kerap terjadi perbedaan rasa yang jauh dalam menu makanan yang disajikan. (tribun network/kps/wly)

Baca juga: Jamaah Haji jangan Dekati Unta, Cegah Penularan MERS

Baca juga: Aturan Baru, Masuk Raudhah ditentukan Sesuai Jadwal, Jamaah Haji Indonesia Bisa Cek Jadwalnya disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved