Haji 2022
Aturan Baru, Masuk Raudhah ditentukan Sesuai Jadwal, Jamaah Haji Indonesia Bisa Cek Jadwalnya disini
Kepala Daker Madinah Amin Handoyo mengatakan bahwa jadwal kunjungan bagi jamaah laki-laki dan perempuan akan berbeda.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan aturan baru bagi jemaah haji untuk masuk ke Raudhah.
Masuki Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah bagi para jamaah haji kini ditentukan sesuai jadwal.
Konsul Haji KJRI Nasrullah Jasam mengatakan, Muassasah Adilla selaku Badan Pengelola Jamaah Haji Arab Saudi pun telah menerbitkan surat tentang waktu ziarah Madinah bagi jamaah haji Indonesia.
"Ada ketentuan baru dari Muassasah Adilla, bahwa untuk masuk Raudhah harus berdasar jadwal yang kita tentukan," ujarnya di Jeddah, Selasa (7/6/2022), seperti dilansir dari laman Kemenag.go.id.
Nasrullah yang juga Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengatakan, kolom usulan jadwal masuk Raudhah sudah tersedia di e-haj.
"Jadwal itu kita input dalam e-haj, aplikasi yang dikembangkan oleh Saudi," ujar Nasrullah.
Baca juga: Jemaah Haji Diminta Tidak Asal Merokok di Saudi, Waspada 2 Wilayah ini Dilengkapi Pendeteksi Asap
Menurut penjelasannya, penjadwalan tersebut awalnya dilakukan Muassasah Adilla.
Namun sekarang dilakukan oleh PPIH.
Jadwal jamaah laki-laki dan perempuan berbeda
Sementara itu, Kepala Daker Madinah Amin Handoyo mengatakan bahwa jadwal kunjungan bagi jamaah laki-laki dan perempuan akan berbeda.
Untuk jamaah perempuan, jadwal masuk ke Raudhah dimulai dari jam 7 sampai 8 pagi waktu Arab Saudi.
"Jemaah haji perempuan masuk ke Raudhah melalui gerbang nomor 24 atau pintu Usman bin Affan," jelas Amin.
Sementara bagi jamaah laki-laki, dijadwalkan mulai pukul 13-14 waktu setempat.
"Untuk jemaah laki-laki, jadwalnya jam 13 - 14 waktu Arab Saudi dari gerbang 37 atau pintu Bilal Bin Rabah," sambungnya.
Baca juga: Tak Pakai Sandal saat Keluar dari Masjid Nabawi, Kaki 2 Jemaah Haji Indonesia Melepuh
Baca juga: Sosok Chef Efendi, Pria Asal Lombok yang Menjadi Juru Masak untuk Jemaah Haji Indonesia di Madinah
Selain itu, tambahnya, jamaah yang akan masuk ke Raudhah juga diminta untuk menunjukkan tasrih atau surat izin.