Kamis, 23 April 2026

Ibadah Haji

Ingin Tahu Tips Sehat Haji, Ini 3 Cara Dapatkan Tubuh Kuat Selama Ibadah Haji

Idealnya kemampuan fisik jemaah haji harus dilatih sejak persiapan awal. Jauh sebelum hari keberangkatan

Editor: Nur Nihayati
Kementerian Media Arab Saudi
Ilustrasi - Pelaksanaan ibadah umrah yang dimulai 4 Oktober 2020 serupa dengan standar yang diberlakukan untuk ibadah haji Agustus 2020 lalu. 

Terkadang jemaah haji mudah untuk tergiur ajakan untuk melakukan ibadah sunnah padahal kondisi fisik sudah tidak memadai.

Tips ibadah haji dari dr. Eka adalah selalu menjaga kondisi fisik dan kesehatan sebaik mungkin karena kesehatan merupakan modal utama dalam kelancaran menunaikan ibadah haji.

Berikut beberapa cara agar tubuh jemaah tetap kuat selama menjalani ibadah haji

1. Mencegah gangguan kesehatan karena cuaca panas

Kegiatan ibadah saat di Mekkah maupun Madinah sebagian besar dilakukan di luar ruangan. Jemaah rentan mengalami heat stroke atau kepanasan sehingga menyebabkan kelelahan hingga jatuh sakit. Lindungi diri dari teriknya matahari dari luar dan dalam dengan:

Memperbanyak minum air (air putih, zamzam, jus, dan sebagainya).

Berusaha menghindari paparan matahari secara langsung, gunakan payung atau topi jika diperbolehkan.

Hindari melakukan ibadah yang berlebihan dan istirahat yang cukup setelah melakukan kewajiban haji untuk mengembalikan energi.

Konsumsi suplemen vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air). Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

2. Memperhatikan dan menjaga asupan makanan

Para jemaah haji juga perlu selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Meski sudah disediakan oleh para petugas, makanan dari luar seperti jajanan atau camilan dapat menyebabkan keracunan.

Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat melakukan hal sebagai berikut:

Selalu mencuci buah atau sayur.

Periksa tanggal kedaluwarsa ketika membeli makanan.

Hindari mengonsumsi makanan tanpa penutup karena rentan dihinggapi serangga dan terkena polusi.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved