Sabtu, 11 April 2026

Ibadah Haji

Ingin Tahu Tips Sehat Haji, Ini 3 Cara Dapatkan Tubuh Kuat Selama Ibadah Haji

Idealnya kemampuan fisik jemaah haji harus dilatih sejak persiapan awal. Jauh sebelum hari keberangkatan

Editor: Nur Nihayati
Kementerian Media Arab Saudi
Ilustrasi - Pelaksanaan ibadah umrah yang dimulai 4 Oktober 2020 serupa dengan standar yang diberlakukan untuk ibadah haji Agustus 2020 lalu. 

Idealnya kemampuan fisik jemaah haji harus dilatih sejak persiapan awal. Jauh sebelum hari keberangkatan

SERAMBINEWS.COM - Menunaikan ibadah haji merupakan rukun islam. Wajib dikerjakan bagi orang yang mampu.

Ibadah haji yang membutuhkan kesehatan fisik maksimal.

Rangkaian panjang prosesi ibadah memerlukan tubuh yang kuat.

Ada Tawaf (berjalan mengelilingi kabah sebanyam tujuh kali), ada Sa'i berlari kecil antara gunung Safa-marwa (7 kali), bermalam di mina, lempar jumrah, dan yang menjadi inti haji yakni wukuf di padang Arafah.

Idealnya kemampuan fisik jemaah haji harus dilatih sejak persiapan awal. Jauh sebelum hari keberangkatan, Anda sudah harus mulai rutin berolahraga agar tubuh menjadi terbiasa.

Baca juga: Dul Jaelani Punya Cara Unik Saat Nyatakan Cinta ke Tissa Biani, Terinspirasi Penyair Zaman Dulu

Baca juga: Lion Terbang ke Malaysia via Sumut, Juga Terkoneksi ke Banda Aceh

Baca juga: Tanda-tanda Hipertensi, Coba Cek Tekanan Darah Anda, Bisa Jadi Stroke Hingga Lumpuh

Kemenag menjelaskan, ada empat faktor yang berpengaruh pada kesehatan para jemaah haji:

Perilaku personal: 40 %

Poin pertama ini mencakup kebiasaan sehari-hari atau PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan pola makan.

Keadaan lingkungan: 30 %
Perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi ikut memengaruhi kondisi fisik jemaah haji.

Keturunan/Genetik: 10 %
Kondisi kesehatan yang diturunkan orang tua, misalnya Anda mungkin mengidap penyakit turunan hipertensi atau diabetes.

Pelayanan kesehatan: 20 %
Calon jemaah haji harus ikut aktif dalam pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan pada lembaga yang telah ditetapkan pemerintah agar kondisi tetap terjaga.

Faktor perilaku personal atau pribadi menjadi faktor terbesar yang memengaruhi kesehatan jemaah haji.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Eka Jusup Singka.

Dijelaskan, sebagian jemaah belum bisa mengontol diri sendiri selama menjalani ibadah haji.

Selain lalai dalam menjalankan hidup sehat, kondisi dari setiap jemaah berbeda-beda sehingga masing-masing harus tahu batasan dalam melakukan kegiatan.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved