Mihrab
Menitipkan Doa kepada Jamaah Haji, Bolehkah? Simak Penjelasan Tgk Burhanuddin
Akan tetapi dari hadis tersebut, juga sesuatu yang disunnahkan jika seseorang meminta didoakan oleh orang yang beribadah haji.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Dalam kitab Maqashid al-Hasanah, disebutkan oleh Syech Syamsuddin al-Syakhawi bahwa seseorang yang pulang dari haji, dan mendapatkan haji yang mabrur, maka dosanya akan diampuni dan doanya diterima oleh Allah swt.
“Maka karenanya mintalah didoakan olehnya sebelum ia memasuki pintu rumah,” terang Tgk Burhanuddin.
Dosen STAI Tgk Chik Pante Kulu ini mengatakan bahwa sudah menjadi tradisi apabila ada sanak keluarga yang berumrah apalagi melaksanakan ibadah haji untuk menitipkan doa kepadanya.
“Ajaran Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa sesama muslim harus saling mendoakan, baik dalam keadan senang maupun bergembira, suka dan duka.
Bagi yang melakukan safar maupun yang ditinggalkan oleh yang bersafar,” katanya.
Baca juga: 12 Tahun Menunggu, Kakek Abdurrani dari Abdya Gagal Berangkat Haji: Semoga Ada Keajaiban
Bagi calon jamaah haji, perjalanan merupakan safar dalam rangka menjalankan sebuah ibadah mulia.
Tidak sembarang orang mendapatkan kesempatan dan dipanggil untuk melaksanakannya.
Maka sudah barang tentu ibadah haji menjadi sesuatu yang sangat sepesial di hati kaum muslimin.
“Itulah sebabnya bagi calon jamaah haji, ia juga dapat memanfaatkan sepanjang waktu untuk melafazkan doa-doa, terlebih mendoakan kebaikan bagi keluarganya, kerabatnya dan kaum muslimin,” ujar Tgk Burhanuddin.
Begitu juga sebaliknya, selain menitipkan doa kepada jamaah haji, bagi orang yang ditinggalkan oleh jamaah haji juga sepatutnya mendoakan calon jamaah yang berangkat.
“Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi,” katanya.
Baca juga: 5 Amalan Hari Jumat yang Sangat Rugi Jika Dilewatkan, Salah Satunya Mandi Sebelum Shalat Jumat
Sesungguhnya Ibnu ‘Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, “Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah SAW menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah”. (HR. Tirmidz)
“Semoga kesempatan berhaji bagi saudara-saudara kita tahun ini diberikan kemudahan, keselamatan dan kemampuan menjalankan seluruh rukun-rukunya,” kata Tgk Burhanuddin.
“Selamat memenuhi panggilan-Nya, semoga mendapatkan haji yang Mabrur. Semoga pergi dengan selamat, dan pulang kembali dengan selamat,” tutup guru di Dayah Al-Athiyah Aceh ini. (*)