Senin, 8 Juni 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Pasukan Rusia Saling Serang di Hutan Ukraina, Bagaimana Bisa?

Dua pasukan Rusia secara mengejutkan dilaporkan saling serang di sebuah hutan di Ukraina.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Photo by Alexander NEMENOV / AFP) (AFP/ALEXANDER NEMENOV
Tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol, saat pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan gencar besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus menantang untuk perang terhadap tetangga Rusia. 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Dua pasukan Rusia secara mengejutkan dilaporkan saling serang di sebuah hutan di Ukraina.

Dalam rekaman yang diposting Legiun Kebebasan Rusia, kedua pihak yang sebelumnya ada di kesatuan militer yang sama saling melepaskan tembakan.

Kamera terlihat dari pandangan orang pertama yaitu seorang pasukan yang memegang senjata.

Dikutip dari Express, kamera menunjuk ke arah gagang pistol saat prajurit itu menembak ke arah pasukan Rusia lainnya.

Sebuah granat atau rudal di dekatnya kemudian membuatnya terbaring ke tanah, sebelum ia pulih dan mulai menembak lagi.

Legiun Kebebasan Rusia merupakan grup pembelot Rusia yang bertempur dengan Ukraina, dan juga merupakan gerakan yang terus berkembang di Ukraina dan Rusia.

Legiun itu terdiri dari personel militer yang menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Ukraina.

Mereka bertempur dengan huruf L di seragam mereka. Simbol Z yang menjadi tanda penyerangan Rusia ke Ukraina.

Jika sloga pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah “Untuk Rusia, untuk Kemenangan”, sedangkan slogan Legiun adalah “Untuk Rusia, untuk Kebebasan”.

Legiun Kebebasan Rusia menggunakan bendera putih biru.

“Di medan perang, Mereka juga ikut berperang. Ada beberapa puluh orang yang ikut,” tutur Aleksey Arestovich, Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Tentara Ukraina saat ini terus melanjutkan menghadang serangan Rusia di Severodonretsk menuju ke utara Luhansk.

Kota itu tetap menjadi salah satu wilayah terakhir yang berdiri di daerah yang tak sepenuhnya berada di bawah kendali Rusia.

Zelensky menegaskan, pertempuran di Severedonetsk akan menjadi penentu kemenangan Ukraina di Donbas.

 

Baca juga: VIDEO - Rusia Temukan Sekolah Tempat Pencucian Otak Anak-Anak Sekolah di Ukraina

Baca juga: VIDEO - Gubernur Sumut Sebut akan Bom Ukraina 3 Tahun Lalu Jika Jadi Presiden Rusia

 

Menteri Pertahanan Rusia Klaim Pasukannya Berhasil Kuasai Hampir Seluruh Donetsk dan Luhansk

 

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu hari Selasa (7/6/2022) menyatakan pasukan Rusia menguasai hampir seluruh wilayah Luhansk dan Donetsk.

Hal itu diungkapkan Shoigu menyusul serangan bertubi-tubi selama berminggu-minggu dan pengerahan lebih banyak pasukan baru-baru ini, seperti laporan Associated Press.

Menhan Shoigu menyatakan, pasukan Moskow kini berhasil membebaskan 97 persen wilayah Luhansk.

Rusia menyatakan merebut seluruh Donbas sepenuhnya, mencakup wilayah Donetsk dan Luhansk yang melepaskan diri dari Ukraina dan mendapat dukungan Moskow. 

Membantu Republik Donetsk dan Luhansk yang menyatakan merdeka namun mengeklaim pasukan Ukraina masih berada di wilayah mereka adalah tujuan utama dalam invasi ke negara tetangganya yang dimulai 24 Februari.

Wilayah tersebut baru-baru ini telah menanggung beban serangan Rusia.

Tidak jelas apakah Rusia akan mencoba memperluas serangannya di tempat lain di Ukraina jika mengambil alih Donbas.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov hari Senin (6/6/2022) memperingatkan jika Barat menyediakan Ukraina roket jarak jauh yang mampu mencapai wilayah Rusia, Moskow akan menanggapi dengan menekan serangannya lebih dalam ke Ukraina.

Pada awal perang, pasukan Rusia juga menguasai seluruh wilayah Kherson dan sebagian besar wilayah Zaporizhzhia di selatan.

Tokoh-tokoh setempat yang dituding Ukraina dan Barat ditunjuk oleh Rusia, saat ini sedang mempertimbangkan rencana agar wilayah mereka mendeklarasikan kemerdekaan atau bergabung dengan Rusia.

Tetapi sementara pasukan Kremlin memiliki daya tembak yang unggul, pasukan Ukraina, di antara mereka adalah pasukan paling terlatih di negara itu, bertahan dan menunjukkan kemampuan untuk melakukan serangan balik.

Menhan Shoigu mengeklaim pasukan Rusia merebut seluruh kawasan pemukiman Sievierodonetsk dan saat ini merangsek untuk menguasai zona industri di pinggirannya dan kota-kota terdekat.

Sievierodonetsk, pusat administrasi wilayah Luhansk, baru-baru ini menjadi fokus serangan Rusia.

Sievierodonetsk dan Lysychansk di dekatnya adalah dua kota Donbas tersisa yang belum dikuasai pasukan Rusia dan pasukan Republik Donetsk dan Lugansk.

Shoigu menambahkan, pasukan Rusia menekan serangan mereka ke kota Popasna dan mencatat mereka menguasai Lyman dan Sviatohirsk dan 15 kota lain di wilayah tersebut.

Popasna adalah sebuah kota dengan populasi sebelum perang sebanyak 20.000 orang yang terletak sekitar 30 kilometer selatan Sievierodonetsk.

Seorang pejabat Ukraina mengatakan Moskow mengerahkan tambahan pasukan di Ukraina timur untuk memperkuat serangan artileri Rusia yang bertujuan untuk menghancurkan pertahanan Ukraina.

Penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mendesak rakyatnya untuk tidak berkecil hati tentang pembalikan medan perang.

“Jangan biarkan berita bahwa kami telah menyerahkan sesuatu membuat Anda takut,” katanya dalam sebuah video. “Jelas manuver taktis sedang berlangsung. Kami menyerahkan sesuatu, kami mengambil sesuatu kembali."

Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengakui pasukan Rusia mengendalikan kawasan industri Sievierodonetsk.

“Pertempuran jalanan terberat terus berlanjut, dengan berbagai tingkat keberhasilan,” kata Haidai kepada The Associated Press. “Situasinya terus berubah, tetapi Ukraina menangkis serangan.”

Igor Konashenkov, kepala juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan personel kelompok ultranasionalis Ukraina merusak sebuah biara bersejarah di Sviatohirsk dengan membakarnya. 

"Kesaksian dari penduduk lokal dan biarawan di Sviatohirsk yang dibebaskan dari republik Rakyat Donetsk mengonfirmasi fakta pembakaran sebuah gereja kayu oleh nasionalis Ukraina pada 5 Juni," kata Konashenkov

Namun Konashenkov mengeklaim, meskipun ada operasi militer, Angkatan Bersenjata Rusia mencegah kerusakan pada monumen bersejarah kaum Kristen Ortodoks tersebut,

“Tidak hanya para biarawan yang ingin memadamkan api di gereja, tetapi juga anggota pertahanan teritorial Ukraina datang untuk membantu. Namun kelompok nasionalis menghambatnya dengan melepaskan tembakan untuk intimidasi. Meskipun aksi militer terjadi di Sviatohirsk, pasukan Rusia tidak mengizinkan kerusakan monumen bersejarah dan Ortodoks di biara Sviatohirsk."

Baca juga: VIDEO Detik-detik Pabrik Tiner di Kabupaten Tangerang Ludes Terbakar

Baca juga: Jamaah Haji Diminta Isoman Seminggu Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Baca juga: Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel Ulangi Sikapnya Tak Ingin Ukraina Masuk NATO

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved