Breaking News:

Berita Aceh Besar

Pasar Hewan Sibreh Ditutup, Pedagang dan Peternak Mengeluh

Pasar Hewan Sibreh yang berada di Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, ditutup setelah menyebarnya virus penyakit mulut kuku (PMK) di Aceh Besar

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Inilah suasana Pasar Hewan Sibreh Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar pasca ditutup akibat virus PMK di Aceh Besar, Rabu (8/6/2022). 

JANTHO - Pasar Hewan Sibreh yang berada di Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, ditutup setelah menyebarnya virus penyakit mulut kuku (PMK) di Aceh Besar.

Akibat penutupan pasar hewan yang dikenal ramai tersebut, para pedagang dan peternak mulai mengeluh.

"Pasar hewan ditutup sementara, padahal ini sumber mata pencaharian kami sebagai pedagang ternak," ujar Ibrahim, penjual sapi di daerah itu.

Akibat ditutupnya Pasar Hewan Sibreh tersebut, para pedagang terpaksa berjualan di jalan masuk ke pasar itu.

Sedangkan peternak menjual hewan dagangannya di atas mobil pikap.

Ibrahim sangat berharap pasar itu dapat segera dibuka, mengingat lebaran Idul Adha sekitar sebulan lagi.

"Kami berharap bisa berdagang lagi di pasar ini.

Dan kepada pemerintah agar segera memberikan obat-obatan untuk ternak yang terkena virus PMK," harapnya.

Sementara itu, sebanyak 2.554 ternak sapi dan kerbau di Aceh Besar terjangkit virus penyakit mulut kuku (PMK).

Baca juga: Kasus PMK di Aceh Timur Capai 723, Pemkab Tutup Pasar Hewan

Baca juga: Pasar Hewan Ditutup, Jual Beli Ternak di Gandapura Tetap Berlangsung

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Aceh Besar, Firdaus SP mengatakan, wabah PMK/LSD sudah menyebar di 19 Kecamatan dari total 23 kecamatan di Aceh Besar.

Namun, yang terbanyak adalah di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kuta Baro 24, 24 persen, Kecamatan Montasik 17,64 persen, dan Kecamatan Indrapuri 13,28 persen.

"Penambahan kasus PMK/LSD perhari mencapai 75-80 ekor," ujarnya.

Lakukan Upaya Maksimal

Lebih lanjut, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Aceh Besar, Firdaus SP menyatakan Pemkab sudah melakukan upaya maksimal dalam mengatasi wabah PMK/LSD.

Mulai dari pelayanan kesehatan ternak hingga sosialisasi melalui koordinator Kecamatan maupun Puskeswan.

"Ini adalah musibah bagi peternak, tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Upaya masyarakat seperti yang dilakukan oleh kelompok ternak desa korporasi 'Blang Kunci' Desa Weu, perlu dicontoh, yakni memberikan nutrisi tambahan kepada ternak supaya ternak dapat diselamatkan," jelasnya.(as)

Baca juga: Pasar Hewan di Aceh Utara Ditutup Karena PMK, Pedagang Tetap Nekat Berjualan, Begini Reaksi Dinas

Baca juga: Bireuen Tutup Sementara Pasar Hewan, Cegah Penularan Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved