Info Haji 2022
Begini Sejarah Masjid Bir Ali yang Jadi Tempat Jamaah Haji Mengambil Miqat dan Kondisi Kini
Masjid yang cantik ini dibangun di tempat di mana Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Di masjid inilah tempat Miqat (tempat berniat umrah/haji) bagi calon jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Madinah menuju Masjidil Haram, Makkah.
SERAMBINEWS.COM – Berada di 11 kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah, ada satu bangunan megah nan cantik bernama Masjid Bir Ali.
Di masjid inilah tempat Miqat (tempat berniat umrah/haji) bagi calon jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Madinah menuju Masjidil Haram, Makkah.
Jamaah biasanya akan diberangkatkan dari Madinah ke Makkah setelah mereka menyelesaikan proses Arbain, yaitu shalat berjamaah di Masjid Nabawi sebanyak 40 waktu.
Dahulu di jaman Rasulullah SAW, tempat berdirinya masjid Bir Ali ini disebut Lembah Aqiq.
Baca juga: Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji, Jamaah di Madinah Diberangkatkan ke Makkah, Ambil Miqat di Bir Ali
Sebab, lokasi masjid tempat mengambil Miqat ini agak turun ke bawah, menuju lembah yang menghijau.
Di belakangnya sebuah bukit berbatu cadas menjadi pemandangan lain yang juga menakjubkan mata.
Bangunan Masjid Bir Ali seperti bangunan kotak, sang arsitek Abdul Wahid El Wakil terinspirasi oleh bentuk rumah masyarakat di sekitar lembah ini dalam rancangannya.
Dilansir dari laman Kementerian Agama RI, Masjid Bir Ali ini dikenal dengan banyak nama.
Disebut Bir Ali (bir berarti kata jamak untuk sumur), karena pada zaman dahulu Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA menggali banyak sumur di tempat ini.
Sekarang, bekas sumur-sumur buatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib sudah tidak tampak lagi.
Baca juga: Arab Saudi Keluarkan Peringatan ke Warga, Penipuan Layanan Haji Berbiaya Murah Tersebar di Medsos
Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Syajarah (yang berarti pohon), karena masjid yang cantik ini dibangun di tempat di mana Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia).
Kemudian, beberapa orang mungkin juga menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Dzul Hulaifah, karena letaknya berada di Distrik Dzul Hulaifah.
Jarak dari Masjid Bir Ali ke Kota Makkah sebenarnya masih sangat jauh.
Perlu waktu 4 sampai 6 jam naik bus untuk tiba di Makkah karena jaraknya masih lebih kurang 450 km.
Sebagaimana disyariatkan, ada 3 hal yang harus diamalkan saat mengambil miqat, termasuk miqat di Bir Ali ini, yaitu:
(1) mandi sunnat ihram dan memakai pakaian ihram; (2) shalat sunnat ihram 2 rakaat; dan (3) berniat ihram serta bertalbiyah.
Baca juga: Menitipkan Doa kepada Jamaah Haji, Bolehkah? Simak Penjelasan Tgk Burhanuddin
Uniknya Masjid Bir Ali
Karena banyaknya jamaah yang mandi di Bir Ali sebelum memakai pakaian ihram, maka masjid cantik ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi.
Beberapa di antaranya dikhususkan untuk peziarah yang memiliki kekurangan fisik (difable).
Seluruh bagian masjid mulai dari daun pintu, karpet, hingga toilet dan kamar mandi berbau wangi. Ada banyak petugas kebersihan di sini.
Menurut sejarahnya, Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali renovasi.
Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87 - 93 Hijriyah), kemudian oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi).
Kemudian pada zaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seorang muslim dari India pada tahun 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir oleh Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari tahun (1981 sampai 2005 M).
Masjid yang semula kecil dan sederhana kini menjelma menjadi bangunan indah.
Keseluruhan areal masjid luasnya sekitar 9.000 meter persegi yang terdiri atas 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 taman, lapangan parkir, dan paviliun.
Baca juga: Termasuk Emas & Perak, Ini Jenis Barang Dilarang Bawa oleh Jamaah Haji, Ini Sanksinya Jika Kedapatan
Jamaah Haji Indonesia Bertolak ke Makkah
Sejumlah jamaah haji Indonesia yang berada di Madinah akan diberangkatkan menuju Makkah untuk memulai pelaksanaan ibadah haji 2022.
Pemberangkatan jamaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah akan berlangsung mulai Minggu, 12 Juni 2022.
Jamaah diberangkatkan dari Madinah ke Makkah setelah mereka menyelesaikan proses Arbain, yaitu shalat berjamaah di Masjid Nabawi sebanyak 40 waktu.
Pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah ini akan ditandai dengan keberangkatan dua kloter, yakni kloter pertama embarkasi Solo (SOC 1) dan Jakarta - Pondok Gede (JKG 1).
Kasie Sektor Bir Ali Aruji Maswatu menjelaskan, dua kloter tersebut akan diberangkatkan dari hotel masing-masing pada pukul 16.00 waktu Arab Saudi setelah shalat Ashar di Masjid Nabawi.
"Arbain terakhirnya Ashar. Setelah itu, jamaah haji akan naik bus menuju Bir Ali," kata Aruji di Madinah,, dikutip dalam siaran pers Kemenag, Sabtu (11/6/2022).
Ia mengatakan, jamaah haji itu nantinya akan singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat pelaksanaan umrah wajib.
Baca juga: Rendang Jadi Menu Makanan Jamaah Haji, Pagi-pagi Wajib Dikirim ke Hotel
Untuk diketahui, Miqat merupakan batas atau tempat dimulainya para jamaah umrah atau haji untuk berihram sekaligus memulai niat.
Khusus bagi jamaah yang datang dari Madinah, mereka mengambil miqat di Bir Ali.
“Tempat ini terletak 11 kilometer dari Masjid Nabawi. Tepatnya sebelah barat Lembah Aqiq. Di sana, ada sebuah masjid berdiri, namanya Masjid Bir Ali,” terangnya.
Sampai di Bir Ali, jamaah akan turun sesuai urutan busnya.
Nantinya mereka akan diarahkan ke pintu-pintu khusus bagi jamaah perempuan dan laki-laki untuk berwudhu.
Mereka diimbau melaksanakan salat sunah dua rakaat, baik salat tahyatul masjid maupun salat sunah umrah.
“Para petugas di Bir Ali siap mengarahkan para jamaah haji ini hingga ke masjid, baik jamaah perempuan dan laki-laki akan dipisahkan,” jelasnya.
"Sebelum meninggalkan masjid, jamaah niat umrah wajib, lalu petugas mengarahkan mereka ke bus lewat pintu masuk yang sama. Jadi, pintu masuk dan keluar sama," kata Aruji. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)