Berita Banda Aceh

Semua Pihak Harus Dukung Kebangkitan Kewirausahaan Perempuan Pascapandemi

Pandemi Covid-19 berdampak pada segala kegiatan sosial dan ekonomi, tak terkecuali aktivitas kewirausahaan yang dilakoni oleh kelompok perempuan

Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Fevi Desy Noliza SE 

BANDA ACEH - Pandemi Covid-19 berdampak pada segala kegiatan sosial dan ekonomi, tak terkecuali aktivitas kewirausahaan yang dilakoni oleh kelompok perempuan di Aceh.

Karena itu, semua pihak terkait sudah seharusnya mendukung agar kaum hawa bisa bangkit kembali seiring meredanya pandemi seperti sebelum mewabahnya Covid-19.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPW Partai NasDem Aceh, Fevi Desy Noliza SE.

Menurut Fevi, langkah itu perlu dilakukan karena perempuan adalah salah satu kelompok rentan, terlebih yang berkaitan dengan masalah ekonomi.

Apalagi, jika perempuan tersebut sudah menjadi tulang punggung bagi ekonomi keluarga mereka setelah suaminya tak bekerja lagi atau meninggal dunia akibat Covid.

"Selain itu, cukup banyak juga perempuan--baik yang bekerja di sektor formal maupun informal--terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Fevi menyampaikan, perempuan pelaku usaha juga merasakan dampak yang cukup besar dari Covid-19 khususnya terkait keberlanjutan usaha mereka di masa mendatang.

Baca juga: Peran Perempuan dalam Program Literasi Digital

Baca juga: Perempuan Aceh Kerap Jadi Korban, LSM Mitra Bersama Desak Pemerintah Aceh Bentuk Timsus TPPO

Sebab, bahan baku dan biaya produksi untuk berbagai usaha mereka terus meningkat.

Padahal, tambah Fevi, kegiatan kewirausahaan yang melibatkan kaum perempuan menjadi salah satu faktor pendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi.

"Karena itu, sudah seharusnya jadi tugas kita semua untuk memberdayakan kaum perempuan dan mendorong keberlanjutan usaha mereka setelah pandemi Covid-19 mereda.

Sehingga, kaum hawa dapat terus mendukung ekonomi keluarganya serta melindungi mereka dari stigmatisasi, stereotipe, dan konstruksi sosial lain yang berbahaya," jelas Fevi Desy Noliza dalam keterangan tertulisnya kepada Serambi, Sabtu (11/6/2022).

Wanita yang juga berpofesi sebagai pengusaha ini meyakini, pemberdayaan kewirausahaan perempuan menjadi langkah yang harus dilakukan bersama.

Menurut Fevi, upaya pemberdayaan produktivitas kaum perempuan pascapandemi dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Pertama, sebutnya, meningkatkan kolaborasi pemerintah, swasta, dan investor dalam memberi dukungan kepada kegiatan kewirausahaan perempuan.

Kedua, sambungnya, mendukung kebijakan bidang keuangan dan infrastruktur yang fokus pada isu gender.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved