Breaking News:

Dikenakan Cukai

Ada Rencana BBM dan Detergen akan Dikenakan Cukai, Pengamat: Perlu Studi yang Lebih Mendalam

Demi pengendalian konsumsi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mengkaji rencana perluasan objek kena cukai. Di antaranya tiga barang yakni...

Editor: Eddy Fitriadi
GridOto
Ilustrasi BBM. Ada Rencana BBM dan Detergen akan Dikenakan Cukai, Pengamat: Perlu Studi yang Lebih Mendalam. 

SERAMBINEWS.COM - Demi pengendalian konsumsi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mengkaji rencana perluasan objek kena cukai.

Di antaranya tiga barang yakni ban karet, Bahan Bakar Minyak ( BBM), serta detergen.  

Menanggapi rencana itu, Peneliti Perpajakan Fajry Akbar mengatakan, untuk memutuskan penerapan objek kena cukai ini diperlukan studi yang lebih mendalam soal objek mana yang paling krusial. 

Dia mengungkapkan pihaknya pernah melakukan studi terkait pengenaan cukai bagi BBM. Hasil dari studi tersebut, menyatakan bahwa sudah seharusnya BBM dikendalikan. Sehingga penerapan barang kena cukai untuk BBM ini sudah terbilang tepat. 

“Memang kalau dari data, sudah seharusnya BBM konsumsinya dikendalikan. Banyak negara juga mengenakan cukai atas BBM contohnya Thailand,” ujar Fajry, Senin (13/6/2022).

Menurutnya,  jika BBM dikenakan cukai, maka bisa digunakan sebagai mekanisme stabilisasi. Artinya, jika harga minyak turun, maka pemerintah dapat menggunakan cukai BBM untuk menambah penerimaan.

Sehingga, lanjutnya, penerimaan tersebut bisa dijadikan tambalan untuk subsidi energi ketika harga minyak dunia sedang tinggi, dan jika pemerintah memutuskan untuk menahan harga energi di dalam negeri. 

Fajry mengatakan, ekstensifikasi barang kena cukai (BKC) menjadi wajib karena jumlah BKC di Indonesia paling sedikit dibandingkan dengan negara lain, bahkan di bandingkan negara tetangga.

Sehingga, konsekuensinya kinerja penerimaan cukai (penerimaan/Produk Domestik Bruto (PDB) masih sangat rendah. Bahkan lebih rendah dibandingkan rerata negara Afrika atau Amerika Latin.

Meski begitu, menurutnya tujuan utama dari pengenaan cukai adalah pengendalian konsumsi. Melalui pengendalian konsumsi maka dapat mengendalikan efek negatif dari barang/jasa tersebut.

Oleh karena itu, Fajri menghimbau agar calon objek cukai nantinya harus sesuai karakteristik barang kena cukai sesuai Undang-Undang Cukai, yakni konsumsinya perlu dikendalikan dan peredarannya perlu diawasi.

Selain itu, kriteria lainnya adalah pemakaiannya dapat menimbulkan efek negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Pemerintah Berencana Menerapkan Cukai BBM Hingga Detergen, Ini Kata Pengamat"

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved