Breaking News:

Berita Banda Aceh

Terkait Pj Gubernur Aceh, Pon Yaya: Yang Bek Geukirem Peunyaket

Ketua DPRA mengaku pihak Kemendagri telah meminta lembaga yang dipimpinnya untuk merekomendasi tiga nama calon Penjabat (Pj) Gubernur Aceh

Penulis: Subur Dani | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua DPRA, Saiful Bahri alias Pon Yaya 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEHKetua DPRA, Saiful Bahri alias Pon Yaya mengaku pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meminta lembaga yang dipimpinnya untuk merekomendasi tiga nama calon Penjabat (Pj) Gubernur Aceh.

Namun, hingga hari ini, DPRA belum mengirim tiga nama tersebut

Pon Yaya mengungkapkan, untuk merekomendasi tiga nama tentu perlu musyawarah fraksi-fraksi karena mengingat perintah Kemendagri secara kelembagaan.

“DPRA ini milik rakyat Aceh yang di dalamnya terdapat berbagai fraksi. Maka kita harus duduk dulu, kita sudah meminta nama-nama dari fraksi-fraksi baru nanti kita bicarakan selanjutnya,” kata Pon Yaya dalam wawancaranya dengan Serambinews.com, Rabu (15/6/2022).

Namun secara pribadi, Pon Yaya, mengatakan, penunjukan Pj Gubernur Aceh adalah sepenuhnya kuasa dan wewenang Presiden Indonesia.

Menurutnya, lembaga seperti DPRA tidak perlu merekomendasi nama.

Baca juga: Rekomendasi Raker DPP ISAD Aceh: Pj Gubernur Aceh Harus Pro Syariat Islam

“Menurut loen ya, nyoe secara pribadi beh, tapulang aju bak Presiden, soe yang geukirem asai jeut keu ubat bagi ureung Ace, tanyoe akan tadoakan dan tadukung.

(Menurut pribadi saya, kita serahkan saja kepada Presiden, siapapun asalkan baik untuk Aceh akan kita doakan dan kita dukung,” kata pria pemilik nama sandi Tanggy Buloh tersebut.

Sekda Aceh Taqwallah bersama Ketua DPRA, Saiful Bahri alias Pon Yaya.
Sekda Aceh Taqwallah bersama Ketua DPRA, Saiful Bahri alias Pon Yaya. (For Serambinews.com)

“Yang bek geukirem peunyaket. Ureung Aceh chit ka saket nyoe, jadi ubat lah yang geukirem.

(Yang jangan dikirim penyakit. Orang Aceh memang sudah sakit, jadi yang harus dikirim memang obat),” tambah Pon Yaya

Penyakit dimaksudkan Pon Yaya, agar pusat tidak mengirim orang yang tidak mampu mengurusi Aceh.

Baca juga: Kelalaian Kolektif Dana Otsus Aceh dan Tugas Berat Berikutnya

Karena Aceh saat ini mengalami berbagai persoalan di bidang infrastruktur, ekonomi dan pembangunan secara umum.

Ia secara pribadi meminta orang yang tepat dan bisa bersinergi untuk mengurusi Aceh secara bersama-sama ke depan.

“Kita minta orang yang bisa memimpin dengan baik dan manfaatnya dirasakan oleh rakyat Aceh.

Tapi sekali lagi saya tegaskan ini pendapat pribadi ya, kalau secara kelembagaan tidak bisa saya ambil kesimpulan begini, harus kita musyawarahkan dulu,” katanya.(*)

Baca juga: MaTA Minta Pusat tak Asal Tunjuk Pj Gubernur Aceh

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved