Sabtu, 2 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Wali Kota di Ukraina Membelot ke Rusia, Desak Zelensky-Putin Berdamai

Wali Kota Sviatohirsk, Volodymyr Bandura, tengah diusut pihak Ukraina karena diduga berkhianat ke Ukraina dan mendukung invasi Moskow di Ukraina

Tayang:
Editor: bakri

MOSKOW - Wali Kota Sviatohirsk, Volodymyr Bandura, tengah diusut pihak Ukraina karena diduga berkhianat ke Ukraina dan mendukung invasi Moskow di Ukraina.

Menurut keterangan Kantor Jaksa Agung Ukraina, Bandura diinvestigasi karena berpindah ke sisi musuh dan menyebarkan "seruan yang mempromosikan ide dunia Rusia.

" Sviatohirsk sendiri merupakan salah satu kota di Ukraina yang baru-baru ini dikuasai Rusia, dikutip dari CNN.

Kota tersebut terletak di provinsi Donetsk, Donbas, Ukraina.

Volodymyr Bandura merupakan Wali Kota Sviatohirsk atau Svyatogorsk dalam bahasa Rusia.

The Sunday Post melaporkan Bandura terpilih sebagai Wali Kota Sviatohirsk pada tahun lalu.

Dalam media tersebut, Bandura mengatakan ia berharap bisa membuka lebih banyak lowongan kerja, meningkatkan sekolah, dan mereformasi pemerintahan lokal.

Bandura juga berharap bisa meningkatkan sektor pariwisata di kota itu.

Namun, harapan ini tak bisa ia lakukan imbas invasi Rusia di Ukraina.

Baca juga: PBB Minta Rusia Tidak Adopsi Anak-Anak dan Anak Muda Ukraina ke Moskow

Baca juga: Sekjen NATO Desak Anggota Kirim Lebih Banyak Senjata, Presiden Ukraina Sesali Sikap Barat

"Pertarungan terus terjadi, kehancuran infrastruktur, rumah-rumah rusak, muncul korban tewas, dan situasi tegang," kata Bandura dalam artikel The Sunday Post yang dirilis pada 22 Mei.

"Hanya Tuhan yang tahu apakah kami bisa hidup hari ini atau esok," lanjutnya.

Namun belum sebulan setelah hasil wawancara ini dirilis, Bandura malah berpindah sisi dan mendukung Rusia.

Bandura bahkan sempat menyatakan klaim yang memojokkan Presiden Volodymyr Zelensky, meski ia menjabat sebagai wali kota pemerintahan Ukraina saat ini.

Sebagaimana diberitakan Tass, Bandura mengatakan bahwa nasionalis Ukraina membunuh pendeta dan biksu.

"Saya ingin mengatakan terdapat informasi yang terverifikasi yang mengatakan bahwa Nazi [Ukraina] membunuh pendeta, biksu, dan mereka menutupi fakta ini," kata Bandura dalam media itu dalam artikel yang dirilis pada 7 Juni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved