Rabu, 13 Mei 2026

Internasional

Di Negeri 1001 Malam, Bukan Hanya Manusia Terancam Kelaparan, Rusa Juga Sekarat

Kekeringan yang menghantam 'Negeri 1001 Malam' Irak telah mengancam kelangsungan hidup mahkluk hidup, baik manusia, tanaman dan juga hewan.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Rusa merumput di tanah kering suaka margasatwa Sawa Provinsi Samawa, selatan Irak. 

SERAMBINEWS.COM, SAMAWAH - Kekeringan yang menghantam 'Negeri 1001 Malam' Irak telah mengancam kelangsungan hidup mahkluk hidup, baik manusia, tanaman dan juga hewan.

Seperti hewan Gazelle di suaka margasatwa Irak mati kelaparan, menjadikannya sebagai korban terbaru di negara di mana perubahan iklim memperparah kekeringan setelah bertahun-tahun perang.

Dalam waktu kurang dari satu bulan, populasi kijang bertanduk di cagar alam Sawa di Irak selatan telah turun dari 148 ekor menjadi 87 ekor.

Kurangnya dana serta kurangnya hujan telah membuat mereka kekurangan makanan, karena kekeringan di negara itu mengeringkan danau dan hasil panen turun.

Presiden Irak Barham Saleh telah memperingatkan mengatasi perubahan iklim harus menjadi prioritas nasional.

Dia mengatakan Irak sedang menghadapi ancaman eksistensial bagi masa depan generasi muda yang akan datang.

Baca juga: Danau Sawa Dekat Sungai Efrat, Mutiara dari Selatan Irak Mengering, Pertanda Kiamat Makin Dekat

Hewan-hewan elegan, juga dikenal sebagai rhim gazelles, dikenali dari tanduknya yang melengkung lembut dan mantel berwarna pasir.

Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam mengklasifikasikan hewan-hewan itu sebagai terancam punah, lapor organisasi Daftar Merah.

Di luar Irak, kebanyakan ditemukan di gurun Libya, Mesir dan Aljazair tetapi tidak mungkin berjumlah lebih dari beberapa ratus di sana, menurut Daftar Merah.

Turki Al-Jayashi, Direktur Cagar Alam Sawa kepada AFP, Minggu (19/6/2022) mengatakan jumlah rusa di sana turun 40 persen hanya dalam satu bulan hingga akhir Mei 2022.

“Mereka tidak lagi memiliki persediaan makanan karena belum menerima dana yang cukup yang berasal dari pemerintah, kata Al-Jayashi.

Keuangan Irak berada di bawah tekanan setelah beberapa dekade perang di negara yang dilanda kemiskinan yang membutuhkan peningkatan infrastruktur pertanian dan lainnya.

Baca juga: Rumah Mewah Taipan Minyak Kurdi Irak Hancur Terkena Serangan Rudal Iran Dekat Konsulat AS

Saat ini, Irak sedang bergulat dengan korupsi, krisis keuangan, dan kebuntuan politik yang menyebabkan Irak tanpa pemerintahan baru beberapa bulan setelah pemilihan Oktober 2021.

“Iklim juga sangat mempengaruhi rusa, yang kekurangan pakan di wilayah seperti gurun," Al-Jayashi menambahkan.

Di tiga cadangan Irak lainnya lebih jauh ke utara, jumlah rusa rhim telah turun 25 persen dalam tiga tahun terakhir menjadi 224 ekor, menurut seorang pejabat kementerian pertanian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved