Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Danau Sawa Dekat Sungai Efrat, Mutiara dari Selatan Irak Mengering, Pertanda Kiamat Makin Dekat

Danau Sawa di Irak selatan telah berubah menjadi kawasan tandus, bahkan tanah sudah retat-retak diterpa panasnya sinar matahari.

Editor: M Nur Pakar
AP/Hadi Mizan
Danau Sawa di Irak Selatan yang telah berubah menjadi tanah tandus seusai mengering akibat perubahan iklim pada Sabtu (4/6/2022). 

SERAMBINEWS.COM, DANAU SAWA - Danau Sawa di Irak selatan telah berubah menjadi kawasan tandus, bahkan tanah sudah retat-retak diterpa panasnya sinar matahari.

Hussam al-Aqouli mengingat tempat yang tepat di sepanjang Danau Sawa Irak selatan di mana kedua putrinya pernah mencelupkan kaki mereka ke air yang jernih.

Sekarang dia berdiri di sana dua tahun kemudian, melihat tanah tandus dan retak-retak di bawahnya.

Tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah berabad-abad, danau itu mengering.

Kombinasi salah urus oleh investor lokal, pengabaian pemerintah, dan perubahan iklim telah menghancurkan pantai birunya menjadi bongkahan garam.

Danau Sawa hanyalah korban terakhir dalam perjuangan di seluruh negeri yang luas ini dengan kekurangan air yang menurut para ahli disebabkan oleh perubahan iklim.

Baca juga: Danau Anak Laut Indah di Aceh Singkil Masuk Nominasi Desa Wisata Nusantara, Keuchik: Mohon Dukungnya

Termasuk rekor curah hujan yang rendah dan kekeringan berturut-turut.

Tekanan pada sumber daya air mendorong persaingan untuk sumber daya berharga di antara pengusaha, petani dan penggembala.

Termasuk dengan warga Irak termiskin, di antara yang paling terpukul di tengah bencana kekeringan danau.

“Danau ini dikenal sebagai mutiara dari selatan,” kata al-Aqouli (35) , penduduk asli kota Samawa, sambil melihat ke dalam kehampaan gua yang kering.

“Sekarang ini menjadi tragedi bagi kita," ujarnya.

Antara ibu kota Baghdad dan jantung kaya minyak Basra, Muthanna telah menjadi salah satu provinsi termiskin di Irak.

Dilansir AP, Senin (13/6/2022), jumlah mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan di provinsi ini hampir tiga kali lipat rata-rata nasional.

Baca juga: Tour de Aceh 2022 Wujud Promosi Wisata di Aceh Tengah, Pesepeda Kayuh Sepeda di Danau Lut Tawar

Hamparan gurun mendominasi lanskap dengan pita sempit lahan pertanian di sepanjang Sungai Efrat di utara.

Pembangunan ekonomi terhambat oleh sejarah negara yang bergejolak, diabaikan oleh rezim Partai Baath sejak 1980-an, kemudian oleh perang dan sanksi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved