Kamis, 23 April 2026

Luar Negeri

Lebih dari 200 Warga Sipil Tewas Akibat Pembantaian Etnis di Ethiopia

Serangan teror pada etnis Amhara di Oromia, Ethiopia pada Minggu (19/6/2022) menewaskan lebih dari 200 orang.

Editor: Faisal Zamzami
Twitter @BKumsa
Tentara Pembebasan Oromia di Ethiopia memamerkan senjata 

SERAMBINEWS.COM, ADDIS ABABA - Serangan teror pada etnis Amhara di Oromia, Ethiopia pada Minggu (19/6/2022) menewaskan lebih dari 200 orang.

Sejauh ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas teror mematikan itu

"Saya telah menghitung 230 mayat. Saya khawatir ini adalah serangan paling mematikan terhadap warga sipil yang pernah kita lihat dalam hidup kita," ungkap Abdul Seid Tahir pada Associated Press.

Tahir yang merupakan penduduk daerah Gimbi diketahui selamat dari serangan.

"Kami menguburkan mereka di kuburan massal dan kami masih mengumpulkan mayat".

"Unit tentara federal sekarang telah tiba, tetapi kami khawatir serangan itu dapat berlanjut jika mereka pergi," imbuhnya.

Shambel, saksi mata lain, mengatakan etnis Amhara saat ini tengah berupaya mengungsi ke luar daerah, menghindari pembunuhan massal susulan.

Tahir dan Shambel sama-sama menyalahkan Tentara Pembebasan Oromo (OLA) atas peristiwa itu.

Baca juga: Arab Saudi Kembali Tangkap 15.000 Pendatang Ilegal, Sebagian Besar dari Yaman dan Ethiopia

Baca juga: Jelang Pemilihan Presiden, Al-Shabaab Serang Pasukan Ethiopia

Pemerintah Daerah Oromia juga mengatakan hal serupa, menganggap OLA tak bisa menahan serangan selepas pasukan keamanan federal melakukan operasi pada kubu pemberontak.

Akan tetapi, juru bicara OLA, Odaa Tarbi, menyangkal tuduhan itu.

"Serangan yang Anda maksud dilakukan oleh militer rezim dan milisi lokal ketika mereka mundur dari kamp mereka di Gimbi setelah serangan kami baru-baru ini," ungkap Tarbi pada Associated Press.

"Mereka melarikan diri ke daerah bernama Tole, di mana mereka menyerang penduduk setempat dan menghancurkan properti mereka sebagai pembalasan atas dukungan yang mereka berikan pada OLA".

"Pejuang kami bahkan belum mencapai daerah itu ketika serangan terjadi," lanjutnya

Beberapa waktu terakhir, ketegangan antaretnis di Ethiopia tengah meluas.

Kebanyakan masalah berakar dari warisan konflik masa lalu dan ketegangan politik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved