Berita Bener Meriah
Zulyanda Ranggana, Sosok di Balik Suksesnya Tari Kolosal Pembukaan MTQ Ke-35 Aceh di Bener Meriah
Zulyanda Ranggana, pria kelahiran Takengon, Aceh Tengah, 11 Agustus 1970 tersebut sudah 30 tahun terjun di dunia seni, baik sebagai penari maupun pela
Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Mursal Ismail
Zulyanda Ranggana, pria kelahiran Takengon, Aceh Tengah, 11 Agustus 1970 tersebut sudah 30 tahun terjun di dunia seni, baik sebagai penari maupun pelatih.
Laporan Bagus Setiawan | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Perhelatan pembukaan MTQ ke-35 Aceh di Bener Meriah tergolong sukses.
Kesuksesan ini tak terlepas dari suksesnya tari klosal yang digarap oleh Zulyanda Ranggana.
Zulyanda Ranggana, pria kelahiran Takengon, Aceh Tengah, 11 Agustus 1970 tersebut sudah 30 tahun terjun di dunia seni, baik sebagai penari maupun pelatih.
"Kalau dibilang sejak kapan, sudah lama, sudah dari SMA masuk di dunia seni, dari SMA juga sudah melatih tari," kata pria yang akrab dipanggil Zul itu.
Zulyanda Ranggana mengatakan membutuhkan waktu hampir tiga minggu untuk latihan persiapan tari kolosal itu.
Baca juga: Wahana Permainan Anak-Anak di MTQ ke-35 Aceh di Bener Meriah Ramai Dikunjungi Warga
Dalam melatih tarian kolopsal tersebut, Zul mengaku dirinya dibantu tiga teman pelatih lainnya, yaitu Ardi Pradita SPd, Jahriandi SPd dan Usman S.
Zul menceritakan saat menyeleksi para penari, ia benar-benar mencari sosok yang ingin belajar dan ada minat di bidang seni tari.
"Penyeleksiannya kami cari yang betul-betul ada minat untuk seni, karena di sini juga jarang ada penari laki-laki, jadi kalau dia punya bakat dan kemauan, kami tarik.
Pada saat seleksi, juga kami suruh untuk berjalan sembari bertepuk tangan dan menggoyangkan badan," ujarnya.
Untuk masalah koreografi, tidak ada ketentuan atau cara bagaimana menemukan ide untuk membuat koreografi tersebut. Ia dapat menemukan ide ketika para penari sudah berlatih.
Baca juga: Baju Anak-Anak Laris Manis di Arena MTQ ke-35 di Bener Meriah
Adapun makna dari tarian dengan tema 'serpihan tanah surga' yang ia persembahkan adalah menggambarkan para pejuang dari Tanoh Gayo.
Menceritakan tentang legenda gajah putih yang digambarkan melalui tari Guel dan menggambarkan sosok dari pahlawan Tanoh Gayo, Datu Beru.
Zul juga mengucapkan terima kasih dan rasa bahagianya ikut terlibat dalam memeriahkan MTQ ke-35 Aceh di Bener Meriah.
"Wah, sangat berterima kasih kepada masyarakat dan kepada tim pelaksana MTQ ini, juga kepada pemerintah daerah yang selalu memberi support.
Baik kepada Ibu Dharma wanita, kepala dinas, para karyawannya dan seluruh masyarakat Bener Meriah yang selalu memberi support luar biasa," kata Zul.
Baca juga: Tim Fahmil Quran Pidie Lolos Semi Final MTQ XXXV Aceh, Sisihkan Sabang dan Aceh Tamiang
Sambungnya, ia memang sering melatih tari untuk acara-acara besar seperti Porda. Bahkan pernah tampil ke Indian dengan tema tarian 'Indonesia masih ada'.
Walau pendidikan formalnya hanya sampai SMA, ia sering mengikuti pelatihan tari untuk mengasah bakatnya.
Dijumpai Serambinews.com secara terpisah, Husnul Fatwa, seorang penari asal SMA Unggul Binaan Bener Meriah merasa bangga bisa terlibat memeriahkan MTQ ke-35 Acehdi Bener Meriah ini.
"Pastinya bangga ya, memperluas wawasan dan juga yang pasti membuat orang tua bangga," ucapnya, (*)