Breaking News:

Luar Negeri

SOSOK Fatima Payman, Jadi Senator Berhijab Pertama di Australia Ternyata Korban Konflik Afghanistan

Fatima Payman baru saja mengeklaim kemenangan dalam pemilihan senat di Australia Barat pada Senin (20/6/2022) kemarin.

Editor: Faisal Zamzami
Twitter @QANRFPANJSHIR
Fatima Payman, korban konflik Afghanistan yang jadi senator berhijab pertama di Australia 

SERAMBINEWS.COM - Sosok wanita berhijab yang menang dalam pemilihan senat di Australia Barat menjadi sorotan publik.

Wanita bernama Fatima Payman itu ternyata bukan asli keturunan Australia.

Fatima Payman merupakan seorang pengungsi asal Afghanistan yang hijrah ke Australia.

Saat itu Fatima Payman hijrah ke Australia untuk mencari suaka.

Namun kini nasib Fatima Payman berubah drastis setelah menetap di Australia Barat.

Fatima Payman baru saja mengeklaim kemenangan dalam pemilihan senat di  Australia Barat pada Senin (20/6/2022) kemarin.

Kemenangan itu bertepatan dengan Hari Pengungsi Sedunia, relevan dengan latar belakang Fatima yang dulunya hijrah dari  Afghanistan ke Australia untuk mencari suaka.

"Kisah saya kembali ke tahun 1999, ketika ayah saya melompat ke atas kapal, melakukan perjalanan ke Samudra Hindia untuk menemukan kehidupan yang lebih baik bagi ketiga anak dan istrinya," ungkap Fatima kepada ABC Radio Perth.

Baca juga: Profil Anthony Albanese, PM Australia Baru dari Partai Buruh, Dibesarkan dalam Kemiskinan

Baca juga: VIDEO Pengurus Masjid Agung Al Falah Sigli Hadirkan Supervisor Halal State dari Australia

Setiba di Australia, ayah Fatima bekerja serabutan pada tahun-tahun awal, mulai dari menjadi koki, penjaga keamanan hingga sopir taksi.

Sang ibu merawat keluarga sebelum akhirnya memulai bisnis kecill-kecilan dengan membuka kursus menyetir, seperti diberitakan SBS.

Pada 2018, Fatima kehilangan sang ayah yang bergulat dengan penyakit leukemia.

Terinspirasi oleh kerja keras orang tuanya, ia lantas bergabung dengan United Workers Union, serikat pekerja terbesar di Negeri Kanguru.

Fatima kemudian terpilih sebagai senator dalam naungan Partai Buruh Australia.

Terlepas dari itu, terpiihnya Fatima menjadikan wanita itu sebagai senator berhijab pertama sekaligus termuda ketiga dalam sejarah Australia, mengingat usianya masih 27 tahun.

"Saya seorang Afghanistan atau muslim, tetapi saya adalah Senator Buruh Australia, mewakili semua orang Australia, terlepas dari keyakinan, latar belakang, identitas budaya atau orientasi seksual, usia atau kemampuan mereka," ungkap Fatima.

Ia lantas mengungkapkan alasannya mengenakan hijab sembari mempromosikan kampanye anti-Islamofobia.

"Bukan hanya karena Islamofobia telah marak di media, tetapi saya ingin gadis-gadis muda yang memutuskan untuk mengenakan jilbab untuk benar-benar melakukannya dengan bangga, lakukanlah dengan mengetahui bahwa mereka memiliki semua hak untuk memakainya," tandasnya.

Baca juga: VIDEO Ini Pembicaraan Presiden Jokowi dan Megawati Sebelum Rakernas PDIP Berlangsung

Baca juga: VIDEO Dinas Peternakan Aceh Obati Sapi Warga yang Terinfeksi PMK di Aceh Besar

Baca juga: VIDEO Cara Mahasiswa STIP Aceh Singkil Budidaya Jambu Kristal, Dua Pekan Tanam Langsung Berbuah

Kompastv: Fatima Payman, Korban Konflik Afghanistan yang Jadi Senator Berhijab Pertama di Australia

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved