Breaking News:

Tak Kunjung Dinikahi, Wanita di Kupang Gugat Pacar Rp1,4 Miliar, Sudah Punya Anak di Luar Nikah

Ia menggugat pacarnya bernama Carlos Daud Hendrik (28) senilai lebih dari Rp1,4 miliar ke Pengadilan Negeri Kupang.

Penulis: Faisal Zamzami | Editor: Faisal Zamzami
Google/net
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM, KUPANG - Seorang wanita di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggugat pacarnya karena merasa telah ditipu.

Wanita itu menggugat pacarnya karena tak kunjung dinikahi sehingga merasa telah dikhianati.

Padahal, keduanya sudah memiliki seorang anak dari hubungan suami istri di luar nikah. 

Atas dasar itu, Wanita itu menggugat pacarnya yang telah ingkar janji dan tidak bertanggungjawab.

Tak tanggung-tanggung, wanita itu menggugat pacarnya lebih dari Rp1,4 miliar.

Wanita menilai  sang pacar tak menepati janji untuk menikahinya.

Bahkan kini anak dari hubungan keduanya sudah berusia satu tahun lebih berjenid kelamin laki-laki.

Dilansir dari Kompas.com, perempuan itu bernama Windy Ekaputri Datta, warga Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT.

Ia menggugat pacarnya bernama Carlos Daud Hendrik (28) senilai lebih dari Rp1,4 miliar ke Pengadilan Negeri Kupang

Untuk rincian gugatan yang dilayangkan Windy Ekaputri Datta terhadap Carlos Daud Hendrik dapat dilihat di akhir berita.

Dengan didampingi tiga kuasa hukumnya, Windy mendaftarkan gugatannya di Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang dengan nomor perkara : 69/Pdt.G/2022/PN.Kpg pada 31 Maret 2022 dan telah menjalani sejumlah proses persidangan.

Salah satu kuasa hukum Windy, Jeremia Alexander Wewo, mengatakan bahwa dasar gugatan ini karena perbuatan tergugat Carlos yang tidak melaksanakan kewajibannya untuk menikahi kliennya. 

Padahal, lanjut Jeremia, kliennya dan Carlos telah memiliki seorang anak laki-laki berusia satu tahun lebih.

Baca juga: Mahasiswi Ini Ngaku ke Pacar Dicabuli Driver Taksi Online, Setelah Diselidiki Padahal Suka Sama Suka

Baca juga: Video Call Sambil Mandi Bareng Mantan, Video Tak Senonoh Dipergoki Pacar Baru, Akhinrya Viral

Oleh karena itu, melalui gugatan ini pihaknya meminta majelis hakim yang memeriksa perkara menjatuhkan putusan secara objektif dengan melihat kondisi dan keadaan yang sebenarnya telah terjadi. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved