Video
VIDEO Istri Gubernur Nova Iriansyah Sarankan Desa Wisata Bangun dan Kelola Cottage
Dyah bahkan menyebut Pulau Panjang benar-benar indah, ibarat sekeping surga yang tercecer di bumi, tepatnya di kawasan Aceh Singkil.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Yuhendra Saputra
Laporan: Yarmen Dinamika | Pulau Panjang
SERAMBINEWS.COM, PULAU PANJANG - Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, istri Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, mengapresiasi prakarsa Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) ataupun Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk investasi di bidang pariwisata, seperti halnya Alu-Alu Resort, tempat Dyah dan rombongan menginap saat berkunjung ke Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Kamis dan Jumat (16-17 Juni 2022).
Resor wisata di Pulau Panjang ini merupakan milik dan dikelola oleh Bumdes Pulau Baguk.
Pulau Baguk adalah pulau terdekat dengan Pulau Panjang dan merupakan salah satu dari 68 pulau yang tersebar di Gugus Kepulauan Banyak.
Menurut Dyah Erti, pada dasarnya saat ini kesejahteraan trennya memang dimulai dari bawah, dari desa, sebagai ujung tombak masyarakat sehingga nantinya menyejahterakan keluarga-keluarga. Upaya ini dapat dicapai melalui konsep desa wisata, di mana Bumdes menjadi ujung tombaknya.
Jadi, pengelola Bumdes tak salahnya membangun dan mengelola cottage untuk menambah pendapatan (income).
"Desa wisata kini memang menjadi tren. Di Aceh Tengah juga trennya seperti itu sekarang dengan memanfaatkan pesona Danau Laut Tawar. Nah, di Pulau Banyak yang pulau-pulaunya indah, konsep desa wisata ini sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan," imbuh Dyah.
Untuk itu, lanjut Dyah, butuh sentuhan pembinaan juga dari pemerintah melalui dinas pariwisata setempat untuk membuat masyarakat di sini lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.
"Juga dari segi kebersihan dan penyajian makanan-makanannya. Kesiapan di berbagai lini harus lebih disiagakan dan lebih profesional. Fasilitas hiburan untuk wisatawan juga terus dilengkapi, misalnya ada 'banana boat' dan sebagainya," kata Dyah Erti Idawati.
Terkait kesiapan menyambut wisatawan, menurut Dyah, harus menyeluruh.
"Jangan sampai nanti orang sudah jauh-jauh datang, mesin kapalnya rusak dan tak bisa menyeberang ke Pulau Banyak. Atau mati listrik, tidak ada genset. Hal-hal seperti inilah yang perlu diantisipasi dan disiagakan," ujarnya.
"Juga dalam hal bahasa, masyarakatnya perlu lebih diberdayakan. Mengingat ada orang asing yang datang, maka disiagakan masyarakat untuk mampu berbahasa asing, pelayanan ramah, dan profesional sehingga mampu menerima lebih banyak lagi wisatawan, baik yang domestik maupun mancanegara," saran Dyah.
Setelah menginap satu malam di Pulau Panjang, Dyah mengaku takjub pada keindahan Pulau Banyak, khususnya Pulau Panjang, tempat ia dan rombongan menginap.
Ia bahkan menyebut Pulau Panjang benar-benar indah, ibarat sekeping surga yang tercecer di bumi, tepatnya di kawasan Aceh Singkil.
Sudah lama Dyah mendengar kabar bahwa Pulau Banyak itu indah sekali. Namun, baru kali ini apa yang didengarnya itu ia buktikan dengan mata kepala sendiri setelah tiba dan menginap di Pulau Panjang.