Berita Bener Meriah

Info MTQ Aceh - Lima Kabupaten/Kota Melaju ke Final Cabang Karya Tulis Ilmiah Al Quran

Lima kabupaten/kota melaju ke final cabang karya tulis ilmiah Al Quran (KTIQ), pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Provinsi Aceh

Penulis: Budi Fatria | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Majelis Hakim Cabang Karya Tulis Ilmiah Al Quran (KTIQ) MTQ Aceh 2022, Dr Husna Amin M.Hum 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Lima kabupaten/kota melaju ke final cabang Karya Tulis Ilmiah Al Quran (KTIQ), pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Provinsi Aceh, di Kabupaten Bener Meriah, Rabu (22/6/2022).

Kelima kabupaten/kota yang masuk ke final diantaranya, Aceh Besar, Pidie, Aceh Selatan, Subulussalam, dan tuan rumah Bener Meriah.

Ketua Majelis Hakim, Dr Husna Amin, M.Hum kepada Serambinews, Rabu (22/6/2022) mengatakan, para kafilah cabang KTIQ baik putra/putri yang telah lolos ke babak final, ada sebanyak enam kafilah.

Dimana, enam kafilah itu diantaranya, Aceh Besar dua kafilah, putra dan putri, Pidie kafilah putri, Aceh Selatan kafilah putra, Subulussalam kafilah putra, dan Bener Meriah kafilah putri.

“Inilah enam kafilah dari lima kabupaten/kota yang telah lolos ke babak final,” ujar Dr Husna

Baca juga: Delapan Kabupaten/Kota Masuk Semifinal Cabang Fahmil Quran di Arena MTQ Provinsi

Menurutnya, untuk cabang Karya Tulis Ilmiah Al Quran (KTIQ), para kafilah dituntut memilih judul dalam tulisannya harus relevan dengan tema yang telah ditentukan.

Dalam penilaian cabang KTIQ, sebut Dr Husna, ada tiga bidang, masing-masing bidang memiliki dewan hakim dua orang.

“Pertama yang kita nilai adalah bobot materinya, kedua aspek bahasa, dan ketiga logika berpikir,” jelas Dr Husna.

Sedangkan, penilaian dalam babak final, kata Dr Husna, para kafilah yang lolos ke final ini tidak lagi menulis, mereka hanya melakukan presentasi substansi dari tulisan yang ditulis pada babak semifinal.

“Yang kita nilai di final nanti yaitu, kualitas para kafilah melakukan presentasi, kualitas jawaban, dan etika,” ungkapnya.

Baca juga: Training Raya LK 2, LKK dan SC HMI di Langsa Resmi Ditutup

Jelas Dr Husna, kualitas presentasi tidak hanya diukur pada kemampuan peserta menyampaikan power point yang dibuat.

Namun, substansi yang harus disampaikan, apa masalahnya, apa tujuan, metode, dan hasil.

Tentu, penilaiannya pada eksplorasi kandungan ayat Al Qur'an. Karena cabang KTIQ berbeda dengan karya-karya yang lain.

“Spesifiknya adalah mengambil hikmah sejati dalam Al Qur'an sebagai jawaban bagi persoalan yang diangkat oleh peserta,” ucapnya.

Baca juga: Curi Emas 8 Mayam, Cewek Cantik Ini Beli Iphone XR Untuk Pacar dan Liburan Bareng ke Takengon

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved