Kesehatan

PASUTRI Wajib Tahu Soal Durasi Kata Seksolog dr Boyke

Inilah durasi waktu yang pas saat melakukan hubungan intim bagi pasangan suami istri (pasutri) menurut dr Boyke.

|
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
youtube Esge Entertaintment
dr Boyke ungkap durasi yang pas saat berhubungan intim bagi pasutri. 

-- Disclaimer: Artikel ini ditulis untuk kepentingan edukasi seks yang ditujukan pada usia 18 tahun ke atas--

SERAMBINEWS.COM -  Merupakan hal yang sangat lazim bila suami istri melakukan hubungan intim.

Bahkan dengan melakukan hal itu, diketahui bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga.

Selain itu, memiliki hubungan intim yang menyenangkan dan menyehatkan adalah menjadi keinginan sebagian besar pasutri.

Tak jarang, para pasutri pun melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan kesenangan.

Salah satunya, pasutri menginginkan saat hubungan intim dengan durasi yang cukup panjang.

Baca juga: Berapa Lama Suami Butuh Waktu Istirahat Sebelum Memasuki Ronde Kedua? Begini Kata dr Boyke

Meski demikian, dokter sekaligus seksolog, dr Boyke Dian Nugraha justru menyatakan bahwa durasi yang lama pun tidak menjamin hubungan intim tersebut menyenangkan.

Justru sebaliknya, hubungan intim yang lama bisa membahayakan kesehatan istri.

Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube Malam Malam Net, Rabu (22/6/2022), dr Boyke mengatakan, berhubungan intim dengan waktu lama memang bagus. Hanya saja jangan terlalu lama.

"Main lama bagus, cuma kan mesti ngelihat juga, jangan terlau lama," katanya.

Hubungan intim yang terlalu lama dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan sang istri.

Pasalnya, kondisi hubungan intim yang terlalu lama bisa menyebabkan keringnya cairan pada miss V sehingga mengakibatkan lecet pada organ kewanitaan.

Baca juga: Luar Biasa! Inilah 3 Manfaat Daun Sirih Menurut dr Boyke, Nomor Tiga Dijamin Bikin Suami Happy

"Kenapa jangan terlalu lama? Karena buat perempuan juga nggak enak bisa ledes bisa lecet yakan jadi keburu kering gitu lho," imbuhnya.

Saat berhubungan intim, penting untuk tidak selalu memikirkan soal enaknya saja melainkan juga harus mempertimbangkan apa saja risiko yang ditimbulkan.

"Yang dipikirnya dapatnya enak yang didapatnya lecet kan nggak enak jadinya," sambungnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved