Breaking News:

Internasional

Gempa Mematikan Afghanistan Mulai Bingungkan Warga, Tidak Tahu Cara Lagi Bangun Rumah

Gempa mematikan Afghanistan telah mengguncang salah satu sudut termiskin di negara yang telah dilubangi oleh meningkatnya kemiskinan.

Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang gadis membawa matras yang disumbangkan di Desa Gayan, Provinsi Paktika, Afghanistan, Jumat (24/6/2022) 

SERAMBINEWS.COM, GAYAN - Gempa mematikan Afghanistan telah mengguncang salah satu sudut termiskin di negara yang telah dilubangi oleh meningkatnya kemiskinan.

Bahkan ketika lebih banyak bantuan tiba pada Sabtu (25/6/2022), banyak penduduk tidak tahu bagaimana cara membangun kembali ribuan rumah yang hancur di desa-desa yang terbentang di pegunungan.

Gempa itu, yang menurut media pemerintah menewaskan sedikitnya 1.150 orang, paling parah terjadi di wilayah pegunungan tinggi, tempat provinsi Paktika dan Khost bertemu di perbatasan Pakistan.

Ada sedikit tanah subur, sehingga penduduk mencari apa yang mereka bisa, sambil mengandalkan uang yang dikirim oleh kerabat yang telah bermigrasi ke Pakistan, Iran atau lebih jauh ke luar negeri.

Setiap satu dari hampir dua lusin rumah di satu desa, Miradin, menjadi puing-puing akibat gempa.

Di malam-malam hujan sejak itu, beberapa ratus penduduknya telah tidur di hutan terdekat dan masih belum menerima bantuan yang perlahan-lahan masuk ke daerah-daerah yang dilanda gempa.

Baca juga: Gempa 6,1 SR Guncang Pegunungan Afghanistan, Seribuan Orang Tewas, Ribuan Rumah Hancur

Penduduk Miradin kepada Associated Press (AP), Minggu (26/6/2022) mengatakan mereka khawatir apakah dapat membangun kembali sebelum musim dingin yang parah beberapa bulan lagi.

Musim panas pendek di pegunungan dan malam sudah sangat dingin.

Ini adalah ketakutan yang dirasakan di seluruh wilayah yang dilanda gempa.

Di mana hampir 3.000 rumah diyakini telah hancur.

Organisasi koordinator kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan memiliki laporan 700-800 keluarga di daerah itu masih tinggal di tempat terbuka.

“Kami menghadapi banyak masalah," kata Dawlat Khan, seorang penduduk Distrik Gayan Paktika.

Dia mengatakan lima anggota keluarganya terluka ketika rumahnya runtuh.

Baca juga: Gempa Guncang Afghanistan, 1.000 Orang Tewas, 1.800 Rumah Hancur

"Kami membutuhkan semua jenis dukungan, dan kami meminta komunitas internasional dan warga Afghanistan yang dapat membantu untuk membantu kami,” harapnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved