Berita Aceh Tenggara
Promosikan Obyek Wisata Arung Jeram di Aceh Tenggara, 24 Tim Siap Adu Nyali Derasnya Sungai Alas
Pemkab Aceh Tenggara berupaya mengangkat kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: M Nur Pakar
Laporan Asnawi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Pemkab Aceh Tenggara berupaya mengangkat kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Arung Jeram yang sangat terkenal di daerah ini, sekaligus sebagai sektor unggulan kembali digencarkan.
Sebanyak 24 tim lokal di Aceh Tenggara akan mengikuti kejuaraan Arung Jeram di Sungai Alas, Desa Lawe Sekerah, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara.
Even kejuaraan Arung Jeram dilaksanakan dari Jumat (1/7/2022) hingga Minggu (3/7/2022) akan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kemudaan dan Olahraga (Kadisparpora) Aceh Tenggara, Bakri Saputra SPd MSi.
Bakri Saputra ST didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata, Indra Wahyudi ST, kepada Serambinews.com, Kamis (30/6/2022) mengatakan sebanyak 24 tim telah mendaftar.
Baca juga: Dukung Wisata Arung Jeram Lukup Badak di Aceh Tengah, Gubernur Hibahkan Life Jacket
Dia menyebut kejuaraan Arung Jeram Tingkat Kabupaten Aceh Tenggara ini digelar di Desa Lawe Sekerah Kecamatan Badar.
Disebutkan, kegiatan ini pada kategori head to head atau sepanjang 200 meter dari dua perahu kedua peserta untuk berpacu mencapai garis finish.
Lokasi kejuaraan Arung Jeram di Desa Lawe Sekerah karena berada di grade 2 atau kesulitan sedang.
Sehingga, cocok dijadikan untuk arena arung jeram, karena lokasinya indah.
Kata dia, tujuan kejuaraan Arung Jeram ini digelar untuk mempromosikan ikon wisata Sungai Alas.
Dia juga mendorong partisipasi masyarakat dalam olahraga arung jeram ini.
Selain itu juga, untuk memperkenalkan Sungai Alas di Tanoh Alas ke wisata internasional sebagai lokasi arung jeram bertaraf internasional grade 2 hingga grade 3.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Operator Arung Jeram di Takengon Lakukan Persiapan
Seperti yang pernah dilakukan Pemerintah Aceh maupun kabupaten pada tahun 2011, 2017, 2018 dan 2019 di lokasi tersebut.
Menurut Kadisparpora Agara arung jeram ini untuk mempromosikan wisata Sungai Alas di Aceh Tenggara.