Breaking News:

Stunting

Aceh Darurat Stunting, Anggota DPRA Nora Idah Nita Desak Pemerintah Aceh Optimalkan Peran Posyandu

Desakan ini disampaikan mengingat Provinsi Aceh saat ini menduduki peringkat ketiga tertinggi penderita stunting dalam Studi Status Gizi Indonesia.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat Nora Idah Nita mendesak Pemerintah Aceh melalui dinas terkait mengoptimalkan peran Posyandu guna menekan angka stunting mulai dari level desa.  

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat Nora Idah Nita mendesak Pemerintah Aceh melalui dinas terkait mengoptimalkan peran Posyandu guna menekan angka stunting mulai dari level desa. 

Desakan ini disampaikan mengingat Provinsi Aceh saat ini menduduki peringkat ketiga tertinggi penderita stunting dalam Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. 

Persentase stunting di Aceh berada di angka 33.2 persen, terburuk setelah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat. Sementara rata-rata tingkat stunting nasional di angka 24,4 persen. 

"Posyandu adalah institusi kesehatan yang berada di desa dan punya akses paling dekat dengan masyarakat. Jika pemerintah meongoptimalkan peran Posyandu di tiap-tiap desa, masalah stunting dan malnutrisi pada anak akan lebih mudah untuk diatasi," ungkap Nora kepada Serambinews.com, Jumat (1/7/2022).

Angka Stunting di Agara Melebihi Kasus Stunting di Indonesia, DPPKB Terjunkan 1.488 TPK ke Desa

Menurut Nora, faktor kemiskinan berkontribusi terhadap penyebaran kasus stunting karena gizi buruk.

Selain itu, juga minimnya pengetahuan dan praktik pengasuhan anak dan pemberian makanan anak yang tidak memadai turut menyebabkan tingginya angka gizi buruk. 

Nora menambahkan bahwa kesehatan ibu juga berperan penting. Banyak perempuan hamil saat usia dini kehamilan, tidak makan dengan benar selama kehamilan sehingga melahirkan bayi yang kurang gizi. 

Sehingga Posyandu harus hadir dengan menyediakan strategi melalui penyaluran suplemen makanan bernutrisi dan multivitamin untuk ibu hamil dan bayi. 

"Melalui Posyandu, ibu hamil, bayi dan balita di setiap desa di Aceh bisa dikontrol kesehatannya. Ibu hamil dan ibu menyusui dapat berkonsultasi mengenai gizi dengan petugas Posyandu," ujarnya. 

"Posyandu juga harus siap menyalurkan bantuan berupa asupan makanan kaya nutrisi dan multivitamin kepada ibu hamil, bayi dan balita. Deteksi stunting dan pencegahan dini pun harus dilakukan Posyandu di setiap desa," tambah anggota DPRA asal Aceh Tamiang ini. 

Lebih lanjut Nora menambahkan bahwa masalah stunting juga perlu melibatkan lintas sektor dan instansi. Stunting dan malnutrisi juga disebabkan oleh buruknya sanitasi dan lingkungan perumahan penduduk. 

Untuk itu, masalah pengentasan kemiskinan, ketersediaan air bersih, layanan sanitasi yang memadai di perumahan warga dan lingkungan yang sehat juga harus diperhatikan oleh pemerintah guna menekan tingkat stunting dan malnutrisi pada anak di Provinsi Aceh.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved