Internasional
Simposium Haji Agung Tegaskan Fatwa Menjadi Dasar Masalah Agama dan Kesadaran Akan Ibadah Haji
Simposium Haji Agung ke-46 yang dilaksanakan di Mekkah, Arab Saudi menyatakan Fatwa sudah menjadi prinsip-prinsip Islam yang asli.
SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Simposium Haji Agung ke-46 yang dilaksanakan di Mekkah, Arab Saudi menyatakan Fatwa sudah menjadi prinsip-prinsip Islam yang asli.
Para ulama juga menegaskan kembali fleksibilitas agama melalui Fatwa yang disimpulkan pada hari kedua Simposium Haji Besar ke-46 pada Senin (4/7/2022).
Acara ini diresmikan pada Minggu (3/7/2022) oleh Menteri Haji dan Umrah Dr Tawfiq Al-Rabiah.
Menampilkan para menteri dan cendekiawan Muslim terkemuka dari berbagai negara.
Para peserta menggarisbawahi peran fatwa dalam mencapai tujuan-tujuan Islam dari haji ketika menyangkut isu-isu kontemporer.
Mereka juga memuji upaya Kerajaan dalam memfasilitasi haji.
Baca juga: Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Buka Simposium Haji Agung
Dalam sesi bertajuk “Sistem Yurisprudensi Islam dan Bencana Kontemporer”, para pembicara mengatakan fatwa berbasis Islam memainkan peran penting dalam memfasilitasi masalah agama.
Termasuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ibadah haji.
Mufti Agung Mesir Shawki Allam menyinggung pentingnya sistem yurisprudensi Islam dalam mengadaptasi fatwa hukum ritual haji bagi umat Islam.
Dia mengatakan fleksibilitas dalam situasi seperti itu menegaskan Islam berlaku untuk setiap waktu dan tempat.
Dr. Saad bin Nasser Al-Shithri, seorang penasihat di Royal Court dan anggota Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi, mengatakan sistem yurisprudensi Islam mampu menghadapi tantangan yang muncul.
Sekretaris Jenderal Akademi Fiqh Islam Internasional, Dr Koutoub Sano mengacu pada sifat faktual Syariah Islam dan kemampuan menangani masalah baru untuk membantu orang memahaminya.
Baca juga: Ribuan Warga AS Gagal Haji Gegara Aturan Baru Arab Saudi
Dia menyoroti peran lembaga dan akademi yang didedikasikan untuk fatwa dalam kualifikasi spesialis dan berinvestasi dalam studi Syariah untuk mengekstraksi keputusan dari teks yang sesuai.
Dia juga memuji upaya Arab Saudi yang mengerahkan semua kemampuannya untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi para jamaah haji.
Pada sesi kedua Senin, “Merawat Perjalanan Jamaah,” Menteri Agama Malaysia Dr Datuk Idris Ahmad meninjau layanan dan kesadaran di kalangan jamaah haji.