Haji 2022
Ribuan Warga AS Gagal Haji Gegara Aturan Baru Arab Saudi
Tahun 2022 menjadi tahun yang paling ditunggu-tunggu Sawsan Jabri, seorang Muslim asal Amerika Serikat, karena menurut jadwal ia sudah bisa berangkat
WASHINGTON DC - Tahun 2022 menjadi tahun yang paling ditunggu-tunggu Sawsan Jabri, seorang Muslim asal Amerika Serikat, karena menurut jadwal ia sudah bisa berangkat ke Arab Saudi untuk ibadah haji pada tahun ini.
Selama dua tahun terakhir, Jabri susah payah menyisihkan uang U$1.000 setiap beberapa bulan demi bisa berangkat ke Mekkah, mimpinya sejak beberapa dekade silam.
Jabri bahkan sudah mempersiapkan segala detail keberangkatan mulai dari uang saku, peralatan, dan pakaian haji yang dibutuhkan.
"Haji itu sekali seumur hidup," kata pria 58 tahun itu.
Namun, tiga minggu menjelang keberangkatannya ke Mekkah, Arab Saudi tiba-tiba mengumumkan perjalanan haji bagi calon jamaah yang berasal dari negara Barat hanya dapat dipesan melalui satu portal online resmi pemerintah yang disebut Motawif.
Segala urusan mulai dari akomodasi hotel, tiket pesawat, dan visa khusus semuanya akan diatur dan dibayar melalui Motawif.
Riyadh mengatakan bagi calon haji yang telah memesan paket haji melalui metode konvensional yakni agen perjalanan resmi tidak bisa pergi dan perlu meminta pengembalian uang (refund).
Mendengar kabar itu, Jabri pun bergegas mengisi formulir Motawif.
Saat mendaftar, dosen Biologi di Georgia State University itu mengalami kesulitan sampai harus 50 kali mencoba mengonfirmasi pembayaran paket perjalanan senilai US$8.000 (Rp 119 juta).
Baca juga: Wanita Arab Saudi Terlibat Pertama Kali Dalam Penyediaan Angkutan Umum Jamaah Haji
Baca juga: Tim Kota Medis Mekkah Berhasil Selamatkan Nyawa Jamaah Haji Iran dari Ambang Kematian
Setelah percobaan ke-51 kali, Jabri berhasil melakukan pembayaran.
Namun, tak berapa lama ia mendapat konfirmasi surat elektronik bahwa pemesanan perjalanan hajinya gagal meski uang Rp 119 jutanya lenyap tertelan.
Jabri hanya satu di antara ribuan calon jamaah haji Amerika yang berada dalam ketidakpastian gegara peluncuran Motawif yang mendadak ini.
Beberapa calon jamaah haji yang bernasib serupa dengan Jabri bahkan mengaku harus berebut demi meminta refund setelah uang mereka "tertelan" sistem namun nama mereka tetap tak terdaftar sebagai calon jamaah haji di Motawif.
Beberapa calon jamaah haji lainnya bahkan gagal berangkat setelah berada di bandara lantaran maskapai mengatakan penumpang pesawat sudah penuh.
"Mereka menghancurkan segalanya," kata Jabri seperti dikutip The Washington Post.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Kepresidenan-Umum-untuk-Urusan-Dua-Masjid-Suci-Sheikh-Abdulrahman-Al-Sudais1.jpg)