Jumat, 5 Juni 2026

Internasional

Polisi Tangkap Ulama India Karena Minta Penggal Penghina Nabi

Polisi menangkap ulama masjid Ajmer Dargah negara bagian Rajasthan India, Salmah Chishti, yang meminta penggal kepala politikus penghina Nabi Muhammad

Tayang:
Editor: bakri

NEW DELHI - Polisi menangkap ulama masjid Ajmer Dargah negara bagian Rajasthan India, Salmah Chishti, yang meminta penggal kepala politikus penghina Nabi Muhammad, Nupur Sharma.

Sebelumnya, mantan juru bicara Partai Bharaya Janata (BJP) mengundang kemarahan muslim India dan sejumlah negara karena dinilai menghina Nabi Muhammad dalam acara debat di salah satu televisi India.

Pihak Kepolisian menangkap salah satu pengurus Dargah itu pada Selasa (5/7/2022) malam waktu setempat setelah memeriksa pernyataan Chishti yang bernada hasutan melalui rekaman video.

Dalam video yang sempat beredar di media sosial itu, Chishti menyatakan akan memberikan rumahnya untuk mereka yang bisa membawa kepala Sharma kepadanya.

Terdengar pula bahwa Chishti akan menembak mat Sharma karena menghina Nabi Muhammad.

Menurut keterangan polisi, Chishti mengaku tengah mabuk saat merekam video tersebut.

"Dia ditangkap di rumahnya dan sedang diinterogasi.

Dia jadi penyebar ujaran kebencian," kata kepala polisi Ajmer, Vikas Sangwan, kepada kantor berita India ANI, dilansir dari The Indian Express.

Dewan Ajmer Dargah, Zainul Abedin, kemudian mengutuk pernyataan dalam video tersebut.

Ia menegaskan tempat suci itu merupakan bagian dari kerukunan komunal.

Baca juga: Pemilik Restoran Muslim Ditangkap Polisi India karena Membungkus Daging di Koran, Ini Sebabnya

Baca juga: MA India Desak Sharma Minta Maaf Kasus Penghinaan Nabi Muhammad

Abedin juga menyatakan bahwa pandangan yang dilontarkan Chishti dalam video itu tak bisa dianggap sebagai pesan dari Dargah.

Polisi juga sebelumnya menangkap empat orang yang diduga terkait dengan ucapan provokatif di depan pintu utama masjid Ajmer Dargah pada 17 Juni lalu.

Kisruh kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh Sharma berbuntut insiden berdarah di Kota Udaipur.

Dua pria muslim India, Mohammad Riyaz dan Ghouse Mohammad, memenggal penjahit India beragama Hindu, Kanhaiya Lal, di pasar kota tersebut.

Lal dianggap mendukung Sharma yang menghina Nabi Muhammad beberapa waktu lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved