Sri Lanka Bangkrut, 8 Negara Ini Disebut Bakal Bernasib Sama, Negara Mana Saja?
Negara yang terletak di Asia selatan itu dinyatakan bangkrut setelah dilanda krisis ekonomi terparah .
SERAMBINEWS.COM - Inilah delapan negara yang dipresdiksi akan mengalami kebangkrutan seperti Sri Lanka.
Sri Langka dilanda krisis ekonomi akibat inflasi yang tak terkendali.
Akibat krisis keuangan parah, bantuan dari lembaga pendonor seperti Dana Moneter Internasional (IMF) pun sulit diperoleh.
Krisis ekonomi Sri Lanka juga diperparah dengan pandemi Covid-19.
Negara yang terletak di Asia selatan itu dinyatakan bangkrut setelah dilanda krisis ekonomi terparah .
Utang luar negeri menggunung mengakibatkan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak untuk rakyatnya sulit didapatkan.
Baca juga: FAKTA Anak Kiai Jombang Dijemput Paksa: Sembunyi di Pondok, Proses Penjemputan Berlangsung Alot
Baca juga: Walau Biaya Naik Lima Kali Lipat, Jamaah Haji Pertama Sri Lanka Tetap Berangkat Haji
Sri Lanka bukanlah satu-satunya negara yang dijerat masalah ekonomi serius.
Bulan lalu, Presiden Jokowi mengatakan 60 ekonomi negara di dunia sudah ambruk akibat pandemi Covid-19.
Sementara 42 lainnya sudah menuju ambang batas. Pernyataan Jokowi itu berdasarkan perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF).
Bukan hanya pandemi, ambruknya ekonomi negara juga disebabkan oleh krisis pangan dan krisis energi akibat kendala rantai pasok dan konflik Rusia-Ukraina.
Hal ini menyebabkan tingkat inflasi meninggi, termasuk di negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Jerman, Inggris, dan beberapa negara tetangga Indonesia yang ikut dilanda inflasi tinggi seperti Thailand dan Filipina.
Dilansir dari Associated Press, sekitar 1,6 miliar orang di 94 negara menghadapi setidaknya satu dimensi krisis pangan, energi, dan sistem finansial.
Perang disebut mendisrupsi berbagai sektor bisnis yang tengah memulihkan diri dari dampak pandemi Covid-19.
Akibatnya, Bank Dunia memperkirakan, pendapatan per kapita di negara-negara berkembang akan menjadi 5 persen lebih sedikit dibanding pendapatan pra-pandemi.
Di lain sisi, bunga utang yang lebih tinggi untuk mendanai paket pemulihan pandemi telah menjejali negara-negara yang sudah kesulitan membayar utang dengan utang luar negeri yang lebih tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Orang-orang-Sri-Lanka-mengantri-untuk-membeli-minyak-tanah.jpg)