Berita Langsa

Pesan Toke Seum Pada Milad 15 Tahun Partai Aceh

Lahirnya Partai Aceh ini merupakan buah dari perjuangan yang begitu berat dengan cucuran keringat, darah dan air mata masyarakat Aceh

Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Usman Abdullah, Ketua DPA PA Kota Langsa 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Ketua DPW PA Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah, SE yang akrap disapa Toke Seum, menyampaikan, Milad Partai Aceh (PA) Ke-15 tahun 2022 merupakan momentum bersejarah lahirnya Partai Aceh di Bumi Serambi Mekkah.

Lahirnya Partai Aceh ini merupakan buah dari perjuangan yang begitu berat dengan cucuran keringat, darah dan air mata masyarakat Aceh.

"Maka dari itu, wujud perjuangan bangsa Aceh ini harus kita kenang," ujar Usman Abdullah yang juga menjabat Wali Kota Langsa pada rangkaian peringatan Milad PA Ke-15 yang jatuh pada 8 Juli 2022.

Toke Seum mengisahkan, partai bentukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut dideklarasikan pada hari Sabtu tanggal 7 bulan Juni 2007 dengan nama awalnya Partai GAM. 

Akan tetapi, walaupun sudah tertulis di dalam poin-poin MoU Helsinki tentang hak rakyat Aceh dalam mendirikan partai politik lokal dan bahkan sudah diformalkan ke dalam sistem tata negara Republik Indonesia. 

Pendirian Partai GAM mendapatkan banyak tantangan dari berbagai pihak, bahkan akhirnya setelah proses negosiasi yang alot, Partai GAM berubah nama menjadi Partai Aceh.

"Kemudian PA pertama kali dapat mengikuti Pemilu setelah perdamaian Aceh lahir yaitu pada Pemilu 2009 silam," jelasnya.

Baca juga: Pon Yaya: Jangan Mencari Kekayaan di Partai, Disampaikan Saat Peringati Milad Ke-15 Partai Aceh

Dalam perjalanan diusianya yang 15 tahun ini, tambah Toke Seum, tentu banyak tantangan dan kendala yang dihadapi oleh Partai Aceh.

Mulai tantangan dan serangan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan perdamaian Aceh.

Namun, alhamdulillah semua itu dapat dihadapi PA satu persatu dengan segala kemampuan yang ada.

Walaupun terkadang harus mengorbankan banyak hal, dan hasilnya tiga kali berturut-turut Partai Aceh Menjadi Pemenang Pemilu Aceh.

"Saat ini PA sudah memasuki babak baru dalam perjalanannya, umur 15 tahun ini sepertinya juga telah mengubah PA baik secara fisik maupun secara psikologis," sebutnya.

Perubahan yang dimaksud di sini, timpal Usman Abdullah, lebih pada perubahan yang lebih mendewasakan Partai Aaceh. 

Dimana saat ini PA menyadari perjuangan terhadap implementasi MoU Helsinki ternyata tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus dibarengi dengan perjuangan Kesejahteraan rakyat Aceh yang nyata.

Lalu di usia 15 tahun PA ini, ada harapan besar yang perlu diimplementasikan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat hingga partai ini menjadi lokomotif bagi Aceh yang bermartabat.

Baca juga: Sayap Partai Aceh, Muda Seudang Rekrut Anggota Baru, Target 2.000 Kader

Diantara harapan itu, pertama perjuangan secara politik harus mampu menampung aspirasi masyarakat dengan mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi.

Kedua, seluruh kader PA maupun simpatisan partai untuk terus berkomitmen menjaga dan merawat perjuangan para syuhada yang telah mengorbankan darah dan air mata demi memperjuangkan perdamaian ini.

Ketiga, berharap PA semakin maju dan jaya serta semakin dicintai oleh masyarakat, sehingga kedepannya bisa lebih banyak lagi kader partai yang duduk di parlemen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Diumpamakan, jika manusia ketika usia 15 tahun berjalan merupakan masa proses remaja atau akil baliqh atau dalam ilmu medis dikenal dengan fase pubertas atau puber.

"Fase ini adalah fase dimana seorang manusia sudah matang secara fisik dan terjadi perubahan dari tubuh seorang anak menjadi tubuh orang dewasa," katanya. 

Maka, sambung Toke Seunlm, secara tingkah laku dan psikologis juga mengalami perubahan.

Biasanya seseorang yang memasuki tahap puber akan lebih berani bersikap dan sangat tertarik pada tantangan-tantangan baru.

Perjalanan 15 tahun ke belakang lebih didominasi dengan proses pembelajaran.

Hal ini disebabkan karena Partai Aceh adalah sebuah partai yang baru saja didirikan pasca konflik yang sangat panjang.

Konflik itu merupakan konflik berdarah-darah antara rakyat Aceh dengan Pemerintah Republik Indonesia yang telah menelan korban puluhan ribu nyawa manusia dari kedua belah pihak.

Konflik senjata dan berdarah terus terjadi sambung-menyambung semenjak Aceh bergabung dengan NKRI, dan sepertinya tidak akan pernah berakhir.

Tetapi berkat rahmat Allah SWT melalui cara-caraNya yang ghaib.

Baca juga: PR Penjabat Gubernur Aceh

Aceh dan RI dapat berdamai di bawah pantauan masyarakat Internasional yang secara pro-aktif terlibat dalam proses perdamaian tersebut.

Perdamaian itu pula yang telah mengubah pola perjuangan rakyat Aceh dalam menuntut hak-haknya.

Jika ketika masa konflik pola perjuangan dengan menggunakan perang, bersenjata. 

Maka setelah adanya perdamaian pola perjuangan harus menggunakan pola politik yang demokratis. 

Oleh karena itulah, GAM kemudian mendirikan partai politik untuk meneruskan perjuangan rakyat dengan cara-cara demokrasi.

"Untuk menjaga perjuangan ini demi rakyat, maka kita terus melakukan perjuangan tersebut demi kepentingan masyarakat Aceh.

Perjuangan dimaksud adalah dengan terus mewujudkan masyarakat adil, makmur yang di ridhai Allah SWT", tutup Tgk. Usman Abdullah.(*)

Baca juga: Pj Gubernur Ucap Selamat Ulang Tahun untuk Partai Aceh

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved