Berita Aceh Tamiang
Plafon Rumah Sakit Aceh Tamiang Ambruk, Nyaris Timpa 2 Pasien
Plafon Ruangan Mina, salah satu kamar rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, ambruk
KUALASIMPANG - Plafon Ruangan Mina, salah satu kamar rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, ambruk pada Minggu (10/7/2022), sekitar pukul 11.00 WIB.
Insiden itu terjadi saat perawat sedang mengganti perban seorang pasien.
Tidak diketahui penyebab ambruknya plafon, namun diduga akibat keberadaan binatang.
"Sepertinya kucing," kata perawat di lokasi kejadian.
Ada dua pasien yang sedang dirawat di Ruang Mina.
Kedua pasien ini, Rukiah (62) dan Sakinah (18).
Keduanya dipastikan selamat, namun mereka mengaku syok.
Saat ini keduanya sudah dievakuasi ke ruangan sebelah.
"Perban di jari saya lagi diganti, tiba-tiba (plafon) ambruk," kata Rukiah.
“Adik itu (pasien sebelah saya) sampai lari dia," tutur Rukiyah yang dijaga suaminya.
Rukiyah mengaku sudah enam hari dirawat karena sakit diabetes.
Baca juga: Tiap Kamis, RSUD Aceh Tamiang Sediakan Jadwal Rehab Pasien Narkotika
Baca juga: Stok Darah di RSUD Aceh Tamiang Sempat Menipis
Wanita lansia ini akan menjalani operasi dalam waktu dekat.
Ia pun sempat syok saat plafon ruangan runtuh parak poranda.
"Saat plafon itu jatuh saya tidak kena, yang kena perawat.
Sebelum jatuh ada suara ribut-ribut di atas saya pikir ada kucing," ucapnya.
Pasien lainnya, Sakinah nyaris terkena reruntuhan di bagian matanya.
Gadis ini pun panik hingga tak sadar lari ke luar ruangan hingga jarum infus di tangannya terlepas.
"Saya terkejut, langsung lari, lupa kalau tangan masih diinfus," ungkapnya.
"Mata saya hampir kena serpihan plafon yang pecah," kata Sakinah yang dirawat inap akibat sakit asam lambung.
Seorang perawat mengatakan, ruang Muda Sedia Bedah dibangun sejak era Direktur RSUD lama Ibnu Azis.
Namun setahun belakangan kamar Mina pernah direnovasi karena terjadi keretakan.
"Retak itu diduga tidak kuat menahan beban renda yang terlalu berat.
Kalau plafonnya baru sekitar satu tahun diperbaiki," tambah perawat itu.
Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr Andika Putra membenarkan peristiwa runtuhnya plafon tersebut.
Namun demikian, Andika mengaku belum mengetahui secara pasti apa penyebab jatuhnya plafon.
"Bener.
Tiba-tiba roboh plafonnya, besok segera diperbaiki," katanya melalui pesan WhatsApp.
Dari pemantauan Antara di lapangan, seluruh atap plafon beserta rangka renda/pembatas tempat tidur ambrol hampir tak tersisa.
Hanya tinggal rangka baja yang masih menggantung di kamar inap yang memiliki empat bad itu.
Sampai sore kemarin, puing-puing fiber PVC sebagian dikumpul dalam kamar, sementara plat PVC lainnya masih nyungsang belum dibereskan.
Namun informasi terakhir yang diperoleh Serambi tadi malam, plafon tersebut sedang dalam proses perbaikan.(mad/ant)
Baca juga: RSUD Aceh Tamiang Nihil Pasien Covid-19
Baca juga: Sempat Melonjak, Pasien Covid-19 di RSUD Aceh Tamiang Kembali Normal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ruang-rsud-tamiang-ambruk.jpg)