Update Corona di Aceh Tamiang

Sempat Melonjak, Pasien Covid-19 di RSUD Aceh Tamiang Kembali Normal

Manajemen RSUD Aceh Tamiang kemudian meminta izin kepada Bupati Aceh Tamiang, Mursil untuk menambah kamar menjadi 44 kapasitas tempat tidur.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Pegawai Dinkes Aceh Tamiang saat menjalani tes swab, Kamis (27/5/2021). Selain mencegah klaster lebaran, pemeriksaan ini juga berkaitan dengan status sebelas pegawai positif Covid-19. 

Laporan Rahmad Wiguna I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pasien Covid-19 di RSUD Aceh Tamiang mulai membaik dan sekaligus menepis kekhawatiran akan terjadinya lonjakan penyebaran secara drastis.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, Andika Putra menyebut pasien yang dirawat di Ruang Pinere saat ini tersisa 35 orang, menyusul sembuhnya tiga pasien lain.

“Sudah mulai berkurang, hari ini tinggal 35 pasien,” kata Andika, Selasa (17/8/2021).

Sebelumnya RSUD Aceh Tamiang menerima 38 pasien Covid-19 yang datang secara bersamaan.

Jumlah pasien ini sudah melebihi kapasitas Ruang Pinere yang hanya 30 kamar.

Manajemen RSUD Aceh Tamiang kemudian meminta izin kepada Bupati Aceh Tamiang, Mursil untuk menambah kamar menjadi 44 kapasitas tempat tidur.

Baca juga: Jurnalis Wanita Pelapor Awal Pandemi Virus Corona Mogok Makan di Penjara, Berat Badan Turun 40 Kg

Baca juga: Juru Parkir Tewas Dikeroyok, Korban Alami 5 Luka Tusuk, Dua Pelaku Diringkus Polisi

“Penambahan kamar ini bertujuan sebagai antisipasi, supaya pasien bisa ditangani dengan cepat,” jelas Andika.

Makanya meski saat ini pasien Covid-19 menunjukan tren menurun, Andika belum berpikiran mengembalikan fungsi sebagian kamar isolasi virus Corona menjadi perawatan pasien umum.

“Belum, kita masih tetap standby pada 44 kapasitas tempat tidur,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Andika mengingatkan masyarakat agar semaksimal mungkin menghindari kerumunan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Masyarakat harus membiasakan diri mengenakan masker bila berada di kerumunan dan sesampai di rumah harus mencuci tangan.

“Pasar atau tempat wirid, itu kan bentuk kerumunan. Harus pakai masker medis, dan hal pertama yang dilakukan setibanya di rumah ialah cuci tangan. Ini harus menjadi keharusan,” ujarnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved