Twitter Resmi Gugat Elon Musk di Pengadilan, Sebut Orang Terkaya di Dunia Munafik dan Ingkar Janji
Twitter resmi mengajukan gugatan terhadap Elon Musk, di Pengadilan Delaware, Amerika Serikat pada Selasa (12/7/2022) waktu setempat.
"Twitter menuntut Musk dan pihak terkait lainnya mematuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian, termasuk kewajiban mereka untuk menggunakan upaya terbaik masing-masing untuk mewujudkan dan mengefektifkan transaksi yang dimaksud sebelumnya," kata Twitter seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/7/2022).
Gugatan terhadap Elon Musk, akan diajukan Twitter pada pekan ini di pengadilan Delaware. Dalam surat tersebut, Twitter menyatakan perjanjian merger tetap berlaku. Pihak Twitter juga mengupayakan berbagai hal untuk mewujudkan kesepakatan merger.
Analis Benchmark Mark Zgutowicz menilai, dalam mengawal kesepakatan akuisisi, Twiiter juga harus memikirkan karyawannya. Serta data-data internal Twitter yang sudah terungkap ke pihak Musk, selama proses negosiasi berlangsung.
"Dewan Twitter harus memikirkan potensi kerugian bagi karyawan dan basis pemegang sahamnya dari setiap data internal tambahan yang terungkap dalam litigasi," ujar Zgutowicz..
Selain itu, saham Twitter dan Tesla.juga terdampak dari drama akuisisi tersebut. Pada perdagangan Senin (11/7) kemarin, saham Twitter berakhir turun 11,3 persen. Sementara, saham Tesla ditutup turun hampir 7 persen.
Pakar hukum Brent Thill menyebut Twitter punya posisi hukum yang kuat dalam melawan Musk. Namun ia menyarankan Twitter lebih baik memilih negosiasi ulang atau penyelesaian lewat dialog daripada pertarungan pengadilan yang panjang.
Sebelumnya, Twitter meminta karyawan mereka untuk tidak berkicau soal Elon Musk yang batal membeli perusahaan tersebut.
Anjuran ini dikeluarkan penasihat umum Sean Edgett kepada para staf. Edgett mengatakan saat ini langkah hukum soal pembatalan pembelian masih berlangsung.
"Mengingat saat ini langkah hukum masih berlangsung, kalian sebaiknya menahan diri mencuit, Slack, atau membagikan komentar apa pun soal kesepakatan merger," tulis Edgett dalam memo kepada karyawan.
Elon Musk pekan lalu tiba-tiba menyatakan ingin membatalkan pembelian Twitter karena perusahaan media sosial tersebut "gagal atau menolak" memberikan informasi soal jumlah akun palsu di platform.
Ketua dewan Twitter melalui akun resminya menyatakan akan menempuh langkah hukum untuk peristiwa ini. Tidak lama setelah pengumuman pembatalan, karyawan Twitter beramai-ramai mengungkapkan ekspresi mereka di mikroblog tersebut.
Amir Shevat, yang bekerja di divisi pengembangan produk Twiter, mencuit "akhir musim pertama - menggantung sekali...".
Karyawan Twitter lainnya mengibaratkan rencana bisnis ini seperti sirkus. Lainnya berpendapat bahwa Musk tidak bisa berkata "tidak" lalu pergi begitu saja.
Baca juga: Brigadir J Tewas Tertembak, Rumah Orangtuanya Malah Dikepung Ratusan Polisi, Masuk Tanpa Izin
Baca juga: Kampanyekan Anak saat Bagi Minyak Goreng, Bawaslu Diminta Telusuri Dugaan Pelanggaran Zulkifli Hasan
Baca juga: Nelayan tak Melaut, Harga Ikan di Banda Aceh Naik Selama Idul Adha 1443 Hijriah, Ini Harganya
Kompastv: Twitter Resmi Gugat Elon Musk, Sebut Bos Tesla Itu Sosok Munafik