Berita Jakarta
Pertamina Disarankan Beli Minyak Murah dari Rusia
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi tidak perlu dilakukan
JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi tidak perlu dilakukan, seandainya Indonesia mau mengimpor minyak mentah murah asal Rusia.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi untuk jenis Pertamax Turbo, Dex Series, dan LPG Non Subsidi pada Minggu (10/7/2022).
Kenaikan harga ini dilakukan Pertamina siring dengan adanya kenaikan harga minyak dunia.
“Kemarin kan pemerintah (Jokowi) bertemu dengan Putin, kan bisa (menjajaki) untuk pembelian minyak mentah dengan harga murah.
Kenapa China bisa? India juga bisa? Bahkan India berlomba membeli minyak mentah murah, kita kok enggak, harusnya kan bisa,” kata Trubus saat dihubungi Kompas.com.
Trubus juga mengatakan meskipun saat ini Rusia dihadapkan pada sanksi barat akibat invasi ke Ukraina, hal ini jangan menjadi patokan Indonesia.
Sebab kata dia, Indonesia memiliki kedaulatannya sendiri.
“Untuk membeli minyak harga murah itu, kita tidak usah memikirkan ancaman barat kan, kita kan punya kedaulatan sendiri.
China sama Brasil juga beli solar dari Rusia langsung,” kata Trubus.
Sementara itu, Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan Pertamina memiliki dua opsi, kenaikan harga BBM nonsubsidi atau menambah subsidi.
Baca juga: China Borong Minyak Rusia
Baca juga: Jepang Akui Tak Sanggup jika Langsung Embargo Minyak Rusia
Sebab saat ini Indonesia masih mengimpor minyak mentah.
“Kalau enggak harganya dinaikkan, ya opsi lain subsidi.
Mereka punya enggak uang untuk subsidi? Kan kita 50 persen masih impor.
Kalau belinya lebih mahal, masa jualnya lebih murah? kan rugi,” kata Agus.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi dilakukan untuk menyesuaikan dengan harga pasar.