Minggu, 19 April 2026

Berita Jakarta

Pertamina Disarankan Beli Minyak Murah dari Rusia

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi tidak perlu dilakukan

Editor: bakri

“Jadi itu disesuaikan dengan formula yang dikeluaran oleh Kementerian ESDM, dan secara berkala, jika harga minyak dunia yang terefleksi dari Indonesia Crude Price atau ICP, maka dengan format tersebut harga BBM non subsidi memang dinaikkan,” jelas Nicke saat berbincang dalam Economic Challenges - Bom Waktu Subsidi BBM di Metro Tv.

Nicke mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi bisa menyebabkan sifting ke BBM subsidi, namun hal ini telah diantisipasi dengan perhitungan yang matang.

Karena jika terjadi shifting yang tinggi akan dapat merugikan negara.

“Ya, itu pasti terjadi shifting, kita hitung betul ketika kita ingin menaikkan harga, berapa kira – kira perpindahannya.

Ini yang harus dilakukan lebih lanjut, agar perpindahan ini terkendali, dan tidak semuanya pindah ke BBM subsisdi, karena ini akan merugikan negara,” kata dia.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyebutkan, negara memiliki keterbatasan dalam hal keuangan.

Problem saat ini adalah dari sisi minyak mentah Indonesia memang masih impor untuk konsumsi dalam negeri.

Untuk konsumsi per hari, Indonesia membutuhkan kurang lebih 1,4 juta barel, sementara lifting minyak mengalami penurunan.

Hal ini merupakan masalah mendasar yang berkaitan dengan BBM, dari hulu ke hilir.

“Jadi betul, problemnya sekarang, dari sisi minyak secara volume saja kita impor.

Sementara untuk memberikan subsidi tentunya kemampuan negara ada batasnya,” ujar Sugeng. (kompas.com)

Baca juga: Roket Ukraina Kembali Hantam Pengeboran Minyak Rusia, Serangan Kedua Dalam Sepekan

Baca juga: Kapal ‘Hantu’ Iran Angkut Minyak Rusia Untuk Hindari Sanksi Barat

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved