Senin, 25 Mei 2026

Haji 2022

Tawaf Ifadhah dan Penyematan Gelar Haji

Sehari setelah saya diantarkan orang tua ke Dayah Jeumala Amal, Luengputu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, saya dan beberapa santri yang berpeci

Tayang:
Editor: bakri
Foto: Saudi Press Agency
Jamaah haji melakukan Tawaf Perpisahan di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi pada Selasa (12/7/2022). 

Tidak sedikit jamaah yang gagal berangkat disebabkan tak lolos dalam salah satu dari tiga tahapan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Setibanya di Tanah Suci, jamaah haji harus berhadapan dengan suhu panas ekstrem Arab Saudi yang sama sekali tidak ramah bagi orang yang tinggal di iklim tropis.

Ibadah-ibadah yang dilakukan juga sangat menguras fisik.

Antrean panjang berdesak-desakan di mana-mana, makanan yang jauh dari cita rasa Melayu, belum lagi budaya keras Arab yang kadang membuat jamaah harus mengelus-elus dada.

Semua perjuangan, kesabaran, dan ketabahan ini mencapai puncaknya saat jamaah haji melakukan Thawaf Ifadhah, rukun haji terakhir.

Dalam budaya masyarakat Jawa, Thawaf Ifadhah dijadikan momentum untuk mengubah nama kejawen yang dibawa sejak lahir, dengan nama yang lebih "islami".

Misalnya, dari Soekarno menjadi Ahmad Soekarno, atau dari Soeharto menjadi Muhammad Soeharto.

Tapi, bagi muslim yang lain, Thawaf Ifadhah menjadi momentum penyematan gelar haji atau hajjah di depan nama mereka masing-masing.

Gelar yang sangat pantas buat tamu Allah yang sudah mengorbankan waktu, keluarga, harta, bahkan nyawa mereka hanya untuk memenuhi panggilan suci berhaji ke Tanah Suci. (*)

Baca juga: Dilarang Menyentuh Ka’bah dan Hajar Aswad hingga Tak Ada Tawaf Sunat

Baca juga: Potret Jamaah Ibadah Haji 2020: Jamaah Lakukan Tawaf Qudum dengan Protokol Jaga Jarak

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved