Senin, 11 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Dua Remaja Tewas di Gunung Salak

Dua remaja asal Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Teuku Rasya (16) dan Muji Alfaruki (14) tewas di Gunung Salak, menyusul kecelakaan tunggal

Tayang:
Editor: bakri
Dok Humas
Kasat Lantas Polres Lhokseumawe, AKP Vifa Febriana Sari, SH SIK MH mengatur lalu lintas di jalur Gunung Salak 

LHOKSEUMAWE – Dua remaja asal Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Teuku Rasya (16) dan Muji Alfaruki (14) tewas di Gunung Salak, menyusul kecelakaan tunggal di jalan lintas KKA-Bener Meriah, tepatnya di Kilometer (KM) 31 Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Kecelakaan tunggal yang menimpa pengendara sepeda motor tanpa nomor polisi tersebut itu terjadi pada Selasa (12/7/2022) sekitar pukul 13.15 WIB.

Akibat peristiwa nahas itu, Teuku Rasya meninggal di tempat akibat mengalami luka sobek di bagian belakang kepalanya.

Sementara Muji Alfaruki dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kritis.

Namun, selang satu hari kemudian, Muji Alfaruki juga meninggal dunia akibat komat dan kritis.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto SIK melalui Kasat Lantas, AKP Vifa Febriana Sari kepada Serambi, Kamis (14/7/2022), mengatakan, sepeda motor tersebut melaju dari arah Lhokseumawe menuju Bener Meriah.

“Namun, saat tiba di Dusun Krueng Tuan, Muji Alfaruki yang mengendarai kenderaan tersebut hilang kendali karena diduga rem blong.

Sehingga, sepeda motor melaju lurus dan menabrak kursi dagangan milik warga.

Lalu, terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman sekira 80 meter,” kata AKP Vifa.

Akibat kejadian tersebut, rekan yang diboncengnya yaitu Teuku Rasya meninggal dunia di lokasi.

Baca juga: Polres Lhokseumawe dan Komunitas Vespa Gelar Baksos di Gunung Salak, Imbau Anak Motor Taat Lalin

Baca juga: Hati-hati! Lintas Gunung Salak Rawan Longsor, Hindari Bepergian Saat Hujan

Sementara Muji Alfaruki mengalami pendarahan pada bagian kepala, patah tulang pinggul, tidak sadarkan diri, dan sempat dilarikam ke RS terdekat.

“Namun, selang satu hari Muji Alfaruki juga meninggal dunia akibat komat dan kritis.

Sementara barang bukti satu unit sepeda motor belum dapat diamankan, dikarenakan masih di dalam jurang serta mengalami kerusakan pada bagian depan, samping kanan serta kiri sepeda motor,” terang Kasat Lantas.

AKP Vifa menaambahkan, untuk kerugian material diperkirakan sekitar Rp 20 juta rupiah.

“Kita mengimbau bagi pengedara yang melintas di kawasan Gunung Salak untuk dapat berhati-hati dalam berkendaraan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved