Breaking News:

Luar Negeri

Israel Bakal Ketar Ketir Jika Presiden Palestina Mahmoud Abbas Digantikan, Apa yang Bakal Terjadi?

“Ada kekhawatiran besar di antara Departemen keamanan dan militer Israel tentang apa yang mungkin terjadi setelah Abbas,” katanya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
ABBAS MOMANI/AFP
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Apa yang bakal terjadi jika dia mundur dari bangku presiden? 

Israel Bakal Ketar Ketir Jika Presiden Palestina Mahmoud Abbas Digantikan, Apa yang Bakal Terjadi?

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas kembali ke hadapan publik pada awal Juli 2022 setelah sebulan lebih hilang tanpa kabar.

Itu terjadi setelah rumor bulan lalu yang menyebutkan Mahmoud Abbas  dalam kondisi sakit parah.

Awal Juli ini, Abbas tampil di berbagai acara televisi dan melakukan perjalanan ke Aljazair.

Di mana ia melakukan pertemuan langka dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniya.

Ribuan orang turun ke jalan untuk merayakannya gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, Palestina pada Jumat (21/5/2021) dinihari.
Ribuan orang turun ke jalan untuk merayakannya gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, Palestina pada Jumat (21/5/2021) dinihari. (AFP/MOHAMMED ABED)

Baca juga: Amerika Sebut Shireen Abu Akleh Ditembak Israel Tidak Disengaja, Palestina dan Pihak Keluarga Kecewa

Abbas, yang telah menghabiskan 17 tahun sebagai presiden Palestina sebelumnya menderita kanker prostat, dan telah memiliki dua kateter jantung dalam 10 tahun terakhir. 

Dia telah menerima perawatan medis di seluruh dunia, termasuk di Yordania, Jerman dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (15/7/2022) menyebut bahwa kerahasiaan tentang informasi mengenai status kesehatan Abbas sangat tinggi.

Kondisi kesehatan Abbas telah menimbulkan kekhawatiran lokal, regional dan internasional, karena pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan presiden Palestina nanti.

Hasil jajak pendapat publik yang dilakukan pada akhir Juni oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina di Ramallah menunjukkan penurunan yang signifikan dalam dukungan Abbas.

Baca juga: Remaja Palestina Meninggal Dunia Ditembak Tentara Israel, Abang Beradik Alami Penderitaan Sama

Bahkan jajak pendapat tersebut menunjukkan, mennggkatnya seruan agar Abbas mundur dari jabatannya.

Jika pemilihan presiden diadakan, dengan Abbas dan Haniya sebagai kandidat, hanya 49 persen responden yang mengatakan mereka akan ikut partisiapasi.

Dengan Haniya pilihan 55 persen dari mereka yang akan memilih, dan Abbas hanya memperoleh dukungan dari 33 persen.

Pertanyaan tentang pengganti Abbas adalah masalah yang mengkhawatirkan bagi Israel.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved