Berita Aceh Tenggara
Perajin Mesikhat Alas - Gayo Kesulitan Pasarkan Produk, Ini Harga Mereka Jual
Motif khas Alas dan Gayo itu sangat cantik, rapi dan indah saat dipakai kaum wanita maupun pria.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mursal Ismail
Motif khas Alas dan Gayo itu sangat cantik, rapi dan indah saat dipakai kaum wanita maupun pria.
Laporan Asnawi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Para perajin baju mesikhat (motif) Alas - Gayo di Kuta Buluh Kota Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, kesulitan memasarkan produk kerajinannya.
Motif khas Alas dan Gayo itu sangat cantik, rapi dan indah saat dipakai kaum wanita maupun pria.
Perajin Baju Mesikhat Gayo - Alas di Kuta Buluh Kota, Asmawati, mengatakan, dirinya sudah puluhan tahun bekerja sebagai perajin mesikhat Alas - Gayo secara turun temurun.
Maka tak heran, keenam anaknya sudah mampu memproduksi sendiri produk tersebut.
Untuk memproduksi pakaian gamis atau rok, biasanya mereka membutuhkan waktuseminggu hingga 10 hari kerja.
Pasalnya pembuatan mesikhat masih sangat tradisional, sehingga membutuhkan waktu yang lama agar berkualitas dan rapi.
Baca juga: Kain Motif Gayo Jadi Koleksi Museum Seni Oriental Moskow
Kata Asmawati, harga baju gamis motif Alas atau Gayo dijual mencapai Rp 1.500.000, baju bordir biasa Rp 250 ribu.
Dompet motif Alas - Gayo Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu/buah sesuai ukuran, payung adat Alas Rp 1 juta, sal Rp120 ribu, topi runcing Rp 100 ribu, dan sumpit 100 ribu.
Hal senada diutarakan Ahmad perajin mesikhat lainnya.
Menurut mereka, saat ini untuk pemasaran baju mesikhat Alas -Gayo itu sangat sulit di pasaran.
Mereka hanya melayani ketika diorder saja, sedangkan untuk memproduksi secara rutin baju adat Alas - Gayo belum mereka lakukan. (*)
Baca juga: Menteri Sandiaga Uno Bergaya Kenakan K Sarung Motif Gayo Produk Ija Kroeng Saat Hadir di Banda Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mesikhat-alas-gayo.jpg)