Konflik Rusia vs Ukraina
15.000 Tentara Rusia Tewas Selama Perang di Ukraina, 45.000 Lainnya Terluka
Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama hampir lima bulan dan Moskwa berhasil menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC– AS memperkirakan bahwa korban dari pihak Rusia dalam perang di Ukraina mencapai sekitar 15.000 korban tewas dan sekitar 45.000 korban luka.
Perkiraan tersebut disampaikan Direktur CIA William Burns dalam Forum Keamanan Aspen di Colorado pada Rabu (20/7/2022).
Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama hampir lima bulan dan Moskwa berhasil menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina.
Burns mengatakan, keuntungan tersebut harus dibayar mahal oleh Rusia, sebagaimana dilansir The New Arab.
“Perkiraan terbaru dari komunitas intelijen AS adalah sekitar 15.000 (pasukan Rusia) tewas dan mungkin tiga kali lipat terluka. Jadi kerugian yang cukup signifikan,” kata Burns.
Burns menambahkan, Ukraina juga mengalami kerugian yang besar, namun lebih sedikit dibandingkan Rusia.
Sejauh ini, Rusia selalu merahasiakan angka kematian dari militernya.
Moskwa juga belum memperbarui angka korban sejak awal perang.
Baca juga: Rusia Rekrut Warga Korea Utara Untuk Membangun Kembali Kota Donbas di Ukraina Timur
Terakhir kali Rusia merilis jumlah korban perang dari pihaknya adalah pada 25 Maret.
Kala itu, Moskwa mengakui bahwa 1.351 tentara Rusia tewas.
Di sisi lain, Pemerintah Ukraina mengatakan pada Juni bahwa 100 hingga 200 tentara Ukraina terbunuh per hari.
Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berujar, tugas militer Rusia di Ukraina sekarang melampaui Donbass.
Tetapi, Burns mengatakan bahwa setidaknya untuk saat ini, konsentrasi pasukan militer Rusia di Donbass menunjukkan bahwa mereka telah belajar dari kegagalan pada awal invasi, di mana Moskwa terhenti dalam serangannya di Kyiv.
“Di satu sisi, apa yang telah dilakukan militer Rusia adalah mundur ke cara perang yang lebih nyaman,” kata Burns.
“Artinya, mereka menggunakan keunggulan dan daya tembak senjata jarak jauh untuk bertahan dan secara efektif menghancurkan target Ukraina dan untuk mengompensasi kelemahan pasukan yang mereka miliki,” lanjut Burns.
Baca juga: Jerman dan Uni Eropa Tuduh Rusia Mainkan Perang Baru, Pasokan Gas Terus Berkurang Tanpa Dasar
Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan pembersihan internal besar-besaran selama perang.
Zelensky memecat banyak pejabat pemerintah, mengutip kegagalan mereka untuk membasmi mata-mata Rusia dan mengumumkan sejumlah kasus pengkhianatan.
Padahal, AS telah menyediakan sejumlah besar informasi intelijen guna membantu memandu keputusan Ukraina dalam perang.
Informasi intelijen yang disediakan AS itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah CIA dan Pentagon harus khawatir tentang infiltrasi Rusia.
Tetapi, Burns tampaknya mengecilkan kekhawatiran tersebut.
“Kami yakin bahwa kemitraan yang kami bangun efektif. Dan kami berbagi informasi intelijen dalam jumlah yang cukup signifikan dengan dinas Ukraina dan dengan kepemimpinan Ukraina yang mereka gunakan dengan sangat efektif,” ucap Burns.
Baca juga: Dua Siswa SMA Mosa Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Aceh, 2 Siswa Lainnya di Paskibraka Aceh Besar
Baca juga: Apakah Penembak Istri Anggota TNI di Semarang Orang Bayaran? Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Baca juga: 15 Pemain PSG Masuk dalam Daftar Jual Musim Panas Ini, Termasuk Neymar dan Mauro Icardi
Kompas.com: 15.000 Tentara Rusia Tewas Selama Perang di Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tentara-Rusia-berpatroli-di-teater-drama-Mariupol.jpg)